Pendidikan & Kesehatan

Hanya 11 SMPN di Ponorogo yang Penuhi Target Pagu

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Soiran(foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tingkat SMP sudah ditutup Rabu (24/6/2020) lalu pukul 16.00 WIB. Sebagian besar SMPN di bumi reyog belum terisi penuh dari pagu yang ditetapkan.

Dengan rincian hanya 11 dari 56 SMPN di Ponorogo yang pagunya terisi. Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Soiran, menyebut ada beberapa faktor mengapa target pagu tahun ini tidak terpenuhi secara maksimal.

“Ketidak keterpenuhan pagu pada PPDB tahun ini akan kami evaluasi, supaya PPDB tahun depan akan lebih baik,” kata Soiran, Jumat (26/6/2020).

Soiran mengungkapkan PPDB tahun ajaran 2020/2021, dari 56 SMPN total pagunya berjumlah 8832 siswa. Sementara, angka lulusan SD sederajat pada tahun yang sama adalah 10.200. Sedangkan hanya ada sekitar 6600 siswa yang mendaftar di SMPN. Jadi ada sekitar 3000 lebih lulusan SD yang tidak melanjutkan ke SMPN. “Kemungkinan mereka melanjutkan ke SMP swasta, madrasah, atau pondok pesantren, ” katanya.

Dindik Ponorogo berencana akan merevisi target pagu tersebut pada PPDB tahun depan. Penetapan pagu sebenarnya merupakan usulan dari tiap sekolah. Dengan pertimbangan input dari sekolah penyangga, sarana dan prasarana serta jumlah guru yang ada.

“Kurang maksimalnya keterisian pagu ini, kemungkinan dari target yang ditetapkan tinggi. Jadi jumlah pagu ini akan kami evaluasi. Supaya PPDB tahun depan maksimal keterisiannya,” katanya.

Dari catatan Dindik Ponorogo, hanya ada 11 SMPN di bumi reyog yang memenuhi pagu. Ada tiga SMPN yang berada di kecamatan kota. Antara lain SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 6 Ponorogo. Sedangkan di wilayah kecamatan pinggiran, seperti SMPN 1 Jetis, SMPN 2 Balong, SMPN 1 dan SMPN 2 Kauman, SMPN 1 Badegan dan SMPN 1 Ngrayun. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar