Pendidikan & Kesehatan

Hanoman, Sebuah Cerita Penumpas Kejahatan

Surabaya (beritajatim.com) – Cerita ini dimulai sejak kecil Hanoman yang kehilangan ibunya, sehingga ia bertemu seorang paman yang akan menemani kehidupannya. Dan kehidupan mulai berubah ketika bertemu dengan Laksamana dan Rama, yang akan akan membawanya ke dunia yang lebih luas.

Cerita dimulai ketika pertemuan Rama dan Laksamama membawanya ke kerajaan para raksasa, Alengka. Yang bertujuan untuk merebut istri Rama yang telah diculik Rahwana.

Hanoman yang membantu Rama, selama diperjalanan banyak menemukan rintangan dan ujian yang harus dihadapi oleh Hanoman, Rama, Laksamana, dan para prajurit untuk merebut Sinta, dan kembali pada pelukan Rama.

Alhasil, niat baik Rama untuk menjemput Dewi Sinta akhirnya dapat kembali ke Ayodhya, dan Rama menjadi Raja di Ayodhya seperti janji ayahnya, Dasarata.

Kisah Hanoman seperti yang diketahui, sangat dekat dengan kehidupan. Kisah kegagahannya dan heroik, yang bisa dijadikan sebuah panutan. Dibawakan kembali, oleh Mohammad Adibillah Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura dalam diskusi dan bedah buku “Hanoman, Sebuah Cerita Penumpas Kejahatan” Karya Zulham Farobi di Ajunanliterasi melalui via live instagram, Senin (10/08/2020).

Buku yang dijadikan diskusi kali ini merupakan kado dari orang spesial. Dan rasa penasarannya pada cerita Ramayana —Shinta dan Rama, namun dengan perspektif Hanoman, dengan harapan buku ini berisi cerita yang murni sering diceritakan oleh masyarakat luas, karena sebelum membaca buku ini, Adib membaca buku Rahvayana karya Sujiwo Tejo yang memilih sudut pandang Rahwana sebagai tokoh utama dan menyajikan cerita yang tidak lumrah namun masih dapat dikorelasikan dengan cerita Rama Shinta yang lumrah diceritakan.

“Seperti harapan, buku ini menceritakan secara konkret bagaimana perjuangan Rama untuk menjemput Dewi Shinta dari cengkraman Rahwana dan juga perjuangan orang di sekitarnya termasuk Hanoman yang berjuang untuk menolong orang lain dan juga kita dapat tahu latar belakang tokong yang dihadirkan,” papar Adib.

Hal-hal yang ada dibuku ini pun, sangat membekas bagi Adib, apalagi dari hasil bacaannya bisa jadi wawasan yang luas untuk para penonton live instagram di diskusi dan bedah buku kali ini.

“Banyak wawasan dan pesan moral yang dapat saya terima dari buku ini —dari Hanoman, Rama sampai Rahwana sekalipun. Rasanya, ketika membagikan apa yang saya tahu dari buku ini yang pertama ada rasa senang dapat membagikan pengetahuan kepada teman teman yang menonton tadi, yang kedua ada rasa tegang, rasa takut akan apa yang saya sampaikan kepada audien kurang bisa diterima dan di fahami. Namun segala yang terbaik sudah saya berikan agar yang saya sampaikan dapat diterima dengan mudah oleh teman-teman yang nonton,” tutup Adib pada akhir diskusi. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar