Pendidikan & Kesehatan

Hadiah Hari Santri Nasional, PCNU Kota Surabaya Dirikan Tempat Faskes di MWC

Ketua LKNU Kota Surabaya, Dr Sukma Sahadewa , saat memberikan sambutan dalam peresmian tempat fasilitas kesehatan di MWC NU Kecamatan Tenggilis Kota Surabaya, Kamis malam (22/10/2020).

Surabaya (beritajatim.com) –  Tepat di Hari Santri Nasional (HSN) 2020, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya mulai merealisasikan program tempat fasilitas kesehatan. Program tersebut dimulai di Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya.

Layanan fasilitas kesehatan yang didirikan di kantor NU tersebut yaitu pendirian tempat praktek dokter umum dan dokter gigi. “Ini merupakan hadiah yang luar biasa bagi Keluarga Besar NU di Surabaya, tepat di HSN, dibuka satu Faskes di MWC Tenggilis,” ujar Ketua PCNU Kota Surabaya, Dr KH Ahmad Muhibbin Zuhri, di Surabaya, Jumat (23/10/2020).

Pendirian faskes merupakan salah satu wujud khidmah NU dalam bidang kesejahteraan sosial, terutama kesehatan. Sejak awal NU Surabaya memiliki komitmen dan kerangka kerja yang jelas mengenai hal ini. “Kita Sudah memiliki tiga Rumah Sakit Tipe B di Surabaya dan beberapa faskes yang menjadi satelitnya,”jelasnya.

Ia berharap mudah-mudahan ke depan bisa lebih banyak lagi sehingga sebarannya bisa menjangkau masyarakat lebih luas, juga disertai peningkatan kualitas layanan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Surabaya, dr Sukma Sahadewa menjelaskan bahwa pembentukan tempat praktek dokter umum, dan dokter gigi merupakan program Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama. “Itu adalah salah satu program LKNU, dan program jangka panjangnya adalah pembuatan klinik, dan rencananya akan dibuat secara merata di seluruh MWC NU, untuk pilot project adalah di kecamatan Tenggilis Mejoyo,”jelasnya.

Dikatakannya, tempat tersebut nantinya akan dikelola oleh MWC NU setempat dan menjadi milik organisasi bukan pribadi. “Harapan kita adalah bisa dilakukan di tempat-tempat lain, jadi ini adalah murni untuk organisaai, siapapun nanti yang menjadi pengurus atau pemegang amanah disana siap untuk melanjutkan program yang kita gagas tersebut, “ujarnya.

Ia menambahkan tempat praktek eksehtan tersebut akan diisi oleh dokter-dokter dari generasi muda NU agar lebih memberikan syiar peran organisasi. “ Masyarakat Kota Surabaya sebagian besar adalah Nahdliyin, kewajiban kita untuk memberikan pelayanan kesehatan,”tambahnya. (kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar