Pendidikan & Kesehatan

Guyuran Hujan Sambut 152 Santri Ponpes Lirboyo Asal Ponorogo yang Dipulangkan

Santriwan-santriwati tiba di Ponorogo.(foto:Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Guyuran hujan menyambut kepulangan ratusan santriwan dan santriwati dari pondok pesantren Lirboyo Kediri. Mereka yang berjumlah sekitar 152 santri, tiba di bumi reyog sekitar pukul 16.30 WIB dengan menggunakan 3 bus dan satu minibus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, ada 4 titik penjemputan oleh orangtua santri di Ponorogo. Yakni di Kecamatan Jetis, Kecamatan Kauman, Pertigaan Jenes Kelurahan Brotonegaran Ponorogo dan Kelurahan Kertosari tepatnya di depan SMK PGRI 2 Ponorogo. Selain para orangtua, terlihat puluhan personel dari barisan ansor serbaguna (Banser) dan kepolisian berjaga-jaga di titik penjemputan.

“Kami saat ini hanya mengamankan jalur pemulangan santri dari Ponpes Lirboyo,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Ponorogo Iptu Agus Syaiful Bachri, saat ditemui beritajatim.com di depan SMK PGRI 2 Ponorogo, Senin (31/3/2020).

Saat sampai di perbatasan Ponorogo – Madiun para santri ini dilakukan screening suhu tubuh. Lalu tiba di titik penjemputan, satu per satu dilakukan penyemprotan cairan desinfektan saat keluar dari kendaraan oleh personel banser.

“Dengan sterilisasi ini, diharapkan kepulangan mereka tidak membawa virus corona, sehingga Ponorogo aman dari Covid-19,” katanya.

Sementara itu Bupati Ipong Muchlissoni juga sudah berkoordinasi dengan pihak ponpes di Ponorogo. Mengikuti instruksi Kementrian Agama, mereka akhirnya memulangkan para santrinya. Tapi dalam rangka pemulangannya, Pemkab Ponorogo membuat aturan protokolnya.

“Jadi jika santrinya berasal dari Ponorogo, harus dijemput orangtuanya di depan pintu gerbang ponpes,” kata Ipong.

Sementara untuk santri yang berasal dari luar kota, tidak boleh dijemput oleh orangtuanya ke Ponorogo. Tetapi pihak pesantren harus menyiapkan kendaraan untuk mengantarkan santri pulang ke daerahnya masing-masing. Namun untuk salah satu ponpes modern di Ponorogo masih menerapkan lockdown untuk lingkungan pondoknya. Sehingga ponpes tersebut tidak mengambil kebijakan memulangkan santrinya.

“Jadi ponpesnya diisolasi, tidak diperkenankan orangtua santri untuk menjenguk,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar