Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Sudah 16 Tahun Mengabdi

Guru Honorer di Pasuruan Belum Dapat Dapodik

Pasuruan (beritajatim.com) – Seorang guru di Kabupaten Pasuruan sudah mengabdi belasan tahun. Namun, guru yang mengajar agama di SDN Pogar III, Kecamatan Pogar, Kabupaten Pasuruan belum dapat data pokok pendidikan (Dapodik) membuat, Tutut Fariatus Sholiah terpaksa harapannya pupus untuk menjadi ASN.

“Saya sudah enam belas tahun sebagai guru di sini (SDN Pogar III), tapi belum mendapat status sebagai ASN. Anehnya lagi, saya belum mendapat dapodik. Padahal dapodik itu salah satu syarat untuk menjadi pegawai,” kata Tutut heran, Jumat (15/10/2021).

Tutut menceritakan, dirinya menjadi guru sejak Tahun 2005 dengan berbekal SK Bupati ia mengajar agama di SD Pogar III. Waktu mengajar yang lama membuat Tutut ingin mendaftarkan dirinya untuk mengikuti seleksi CPNS, namun ia gagal akibat tidak memiliki dapodik.

“Beberapa kali saya ikut tes CPNS tapi gagal. Satu alasan gagalnya karena tidak memiliki dapodik. Harapan saya menjadi tenaga pendidik yang memiliki status jelas. Di mana selama belasan tahun dari guru non ASN tidak mempunyai status yang jelas,” jelasnya.

Lucunya lagi, ada pegawai harian lepas di Kecamatan Bangil bernama Farid menjadi guru di SDN Pogar III. Padahal dulunya Farid ini sebagai operator di sekolah SDN Pogar III.

Permintaan diangkat menjadi ASN, lanjutnya didasari adanya kekhawatiran tidak akan ada penilaian dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Hal lain yang ditakutkan penilaian yang dilakukan sangat subjektif, bersifat sangat personal dan politis.

Sementara itu, Ninuk Ida Suryani Kadis Pendidikan Kabupaten Pasuruan berjanji akan melakukan kros cek. “Coba nanti tak tanyakan dulu apakah Tutut sudah memiliki dapodik apa belum, karna itu hanyalah teknis,” kata Ninuk singkat. (ada/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar