Pendidikan & Kesehatan

Guru Honorer dan Pegawai Tidak Tetap di Jember Belum Terima Gaji

Foto ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum menerima gaji dari Program Pendidikan Gratis (PPG) yang bersumber dari Anggaran Pendidikan Belanja Daerah (APBD) setempat.

Saleh, seorang PTT di salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Sumberbaru mengaku, belum menerima dua bulan gaji, November dan Desember. Maka untuk menjaga asap dapur tetap mengepul, ia bekerja sebagai pemijat panggilan. “Saya juga pinjam uang ke bendahara sekolah. Nanti saya kembalikan kalau gaji cair,” katanya, Minggu (20/12/2020) pagi.

Saleh bekerja sebagai penjaga dan pesuruh sekolah selama 30 tahun. Tugasnya sehari-hari adalah membersihkan sekolah dan melayani kebutuhan guru-guru setiap pagi. Sebelumnya, dia menerima gaji Rp 600 ribu dari bantuan operasional sekolah (BOS) pemerintah pusat. Baru tahun ini, dia mendapat gaji Rp 1 juta dari PPG menggantikan gaji Rp 600 ribu dari BOS.

Saleh tak sendirian. Ketua Asosiasi GTT-PTT Jember Muhammad Abror Budianto mengatakan, pembayaran gaji dari PPG tidak merata. “Ada yang gaji November dan Desember belum cair, ada yang gaji Desember belum cair. Jadi tidak merata semua terbayar. Ada apa kok tidak terbayar? Semestinya kan mengeluarkan uang keseluruhan, wong teman-teman punya rekening masing-masing,” katanya.

Abror mengatakan, persoalan bukan hanya pada nominal gaji. “Tapi bagaimana gaji ini tiap bulan cair, karena kalau nominal tidak sama. Nah, dari sejak surat penugasan pertama, modelnya begitu: tidak mesti cair setiap bulan,” katanya.

Saat ini jumlah GTT dan PTT di Jember mencapai 8.200 orang. Mereka mendapat gaji dari PPG dan BOS reguler. “Saat lembaga pendidikan itu kecil, BOS regulernya tidak mampu untuk menggaji teman-teman GTT-PTT, maka dibantu dengan PPG. Tapi kalau lembaga itu besar, maka BOS reguler dianggap mampu, sehingga tidak mendapat PPG,” kata Abror. Namun ada juga GTT dan PTT yang mendapat gaji dari PPG dan BOS reguler.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Mirfano mengatakan, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sedang dalam proses. “Sudah ada yang ditandatangani, terutama untuk GU (Ganti Uang),” katanya.

Sementara untuk gaji pegawai honorer, Mirfano mengatakan, kemungkinan sedang dalam proses diajukan oleh organisasi perangkat daerah masing-masing. “Saya belum cek. Semua on going process, karena banyak (yang harus ditandatangani). Yang saya tahu informasi dari BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), sedang diproses,” katanya. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar