Pendidikan & Kesehatan

Gugus Tugas Mulai Gunakan TCM di RSUD Bojonegoro untuk Pasien Covid-19

Bojonegoro (beritajatim.com) – Lima orang yang sebelumnya berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro dites swab dengan menggunakan alat Tes Cepat Molukeler (TCM) di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

“Hasil tes yang dilakukan menggunakan alat TCM dengan Cartridge terbaru yang ada di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo hasilnya menunjukkan negatif,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin, Sabtu (30/5/2020).

Lima orang berstatus PDP Covid-19 tersebut tersebar di Kecamatan Bojonegoro dan Baureno dua orang serta di Kecamatan Kasiman satu orang. Setelah mengetahui hasilnya, lima orang PDP tersebut kemudian dinyatakan selesai dalam pengawasan.

“Sehingga status PDP dari data kemarin sebanyak empat orang. Status PDP kumulatif sebanyak 20 orang, empat orang dalam pengawasan, delapan orang selesai dalam pengawasan dan meninggal dunia delapan orang,” ujarnya.

Gedung RSUD Bojonegoro lama yang diusulkan warga untuk RS sementara penanganan pasien corona.

Sedangkan, untuk kasus positif terkonfirmasi pada Jumat kematian ada penambahan baru satu orang di Kecamatan Bojonegoro. Sehingga jumlah positif terkonfirmasi sebanyak 41 orang.

“Jumlah positif terkonfirmasi kumulatif sebanyak 52 orang, meliputi yang dirawat 41 orang, meninggal dunia sembilan orang dan sembuh dua orang,” terangnya.

Masirin menambahkan, untuk status ODP ada penambahan baru sebanyak dua orang di Kecamatan Bojonegoro dan Dander. Sedangkan yang selesai dalam pemantauan sebanyak empat orang di Kecamatan Kalitidu dan Padangan satu orang dan Ngasem dua orang.

“Sehingga jumlah ODP pada hari ini adalah sebanyak 27 orang. ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 245 orang, meliputi dipantau 27 orang, selesai pemantauan 216 orang dan meninggal dunia 2 orang,” pungkasnya.

Sekadar diketahui RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro saat ini sudah bisa melakukan tes swab sendiri dengan hasil yang relatif lebih cepat. Hal itu setelah RSUD menerima bantuan cartridge (media pemeriksa) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melakukan pemeriksaan Covid-19. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar