Pendidikan & Kesehatan

Gugus Tugas Kota Mojokerto Ingatkan Warga Disiplin Protokol Kesehatan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mojokerto mengingatkan masyarakat terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak satu sama lain, hingga rajin mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya mengatakan, pasien terkonfirmasi positif di Kota Mojokerto masih terus bertambah setiap harinya. “Per tanggal 19 Juli 2020, ada sebanyak 166 pasien terkonfirmasi positif,” ungkapnya, Senin (20/7/2020).

Masih tingginya kasus virus corona di kota dengan tiga kecamatan tersebut membuat Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kota Mojokerto mengingatkan warga Kota Mojokerto untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan. Mulai memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

“Mari bersama-sama saling menjaga membatasi kerumunan masyarakat di area publik. Sesuai Perwali nomor 55 tahun 2020 tentang perubahan Perwali nomor 47 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi COVID-19 di Kota Mojokerto, ada sanksi bagi warga yang nekat tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah,” katanya.

Masih kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto ini, sanksi tersebut berupa kerja sosial membersihkan fasilitas umum (fasum) dan denda sebesar Rp 200 ribu. Sehingga, lanjut Guguk yang merupakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini, dibutuhkan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, menargetkan Kota Mojokerto masuk dalam zona hijau dalam dua minggu. Kota Mojokerto saat ini, masuk peringkat ke enam di Jawa Timur yang dinyatakan sebagai daerah zona merah. Karena saat ini, zona merah di Jawa Timur tinggal menyisakan enam daerah.

Yakni Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto. Wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini pun yakin, dapat menurunkan angka pasien terkonfirmasi  serta mampu meningkatkan angka kesembuhan pasien positif.

“Segala upaya telah kami lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus, mulai dari rapid test massal dan door to door, penyemprotan disinfektan secara berkala, menyediakan tempat cuci tangan diarea publik hingga memberikan ramuan herbal probiotik,” tegasnya.

Pihaknya menargetkan dalam dua minggu Kota Mojokerto bisa masuk zona hijau. Selama ini, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), pasien terkonfirmasi positif di Kota Mojokerto banyak didominasi dari kasus konfirmasi tanpa gejala. Dimana, dari hasil rapid test yang menunjukkan reaktif, para pasien tersebut harus menjalani swab test sebanyak dua kali atau lebih.

“Setelah adanya perubahan aturan dari Kementerian Kesehatan, kami yakin angka kesembuhan pasien terkonfirmasi akan meningkat dengan pesat. Karena selama ini, kasus konfirmasi tanpa gejala itu merupakan orang yang sehat secara klinis. Namun harus menjalani swab test sampai dua kali berturut-turut dengan hasil negatif, baru dinyatakan bersih dari Covid-19,” jelasnya.

Padahal, tegas Wali Kota, menunggu hasil dengan jarak pengulangan tes selanjutnya tersebut membutuhkan waktu. Sekedar diketahui, Peta Sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 19 Juli 2020, untuk pasien terkonfirmasi positif sebanyak 166 pasien. Dengan rincian, sebanyak 74 pasien dinyatakan sembuh.

Sebanyak 23 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Cinde Kecamatan Prajurit Kulon, sebanyak 61 pasien menjalani isolasi mandiri dan sebanyak delapan pasien meninggal dunia. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar