Pendidikan & Kesehatan

Kesadaran Warga Banyuwangi Masih Rendah

Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi: Stay At Home.. Titik!

Pemakaman Pasien Covid-19. foto/ilustrasi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Hingga kini masih banyak warga Banyuwangi yang kurang menyadari akan bahaya penyebaran virus corona atau Covid-19. Buktinya, banyak dari mereka yang tidak mengindahkan atau mematuhi peraturan tentang jaga jarak maupun physical distancing.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 dr. Widji Lestariono membenarkan. Menurutnya, kesadaran warga Banyuwangi tentang covid-19 masih rendah. Kondisi ini ditunjukkan dengan masih banyak yang pergi keluar rumah dan tidak menggunakan masker.

“Memang seperti yang kita lihat di jalanan, memang masyarakat ini masih rendah tentang pemahaman social distancing yang diimbau oleh Gugus Tugas,” kata dr. Rio sapaan akrab Widji Lestariono, Sabtu (25/4/2020).

Padahal, kata Rio, gugus tugas telah melakukan edukasi kepada masyarakat melalui siaran keliling maupun menyampaikan informasi melalui media daring. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi bagi tim yang fokus menangani virus corona ini. “Ini akan menjadi evaluasi kami, agar lebih paham dan taat terhadap imbauan ini,” katanya.

Rio yang juga Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi ini menyebut, untuk terhindar penularan virus corona, kuncinya hanya satu. Yaitu, tetap di rumah. “Agar masyarakat terhindar dari penularan penyebaran virus corona ini, satu-satunya cara yaitu stay at home,” pungkasnya.

Hingga kini data sebaran Covid 19 di Banyuwangi terdapat 702 ODP (orang dalam pemantauan) satu di antaranya meninggal. Sebanyak 12 pasien dalam pengawasan (PDP), rinciannya 6 orang sembuh, 5 orang dalam pengawasan dan 1 orang meninggal. Sementara, konfirmasi positif sebanyak 3 orang, di antaranya 1 sembuh, 1 masih diawasi dan 1 meninggal. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar