Pendidikan & Kesehatan

Gugus Tugas Covid 19 Akui Pemakaman PDP di Banyuwangi Tak Sesuai Prosedur

dr. Widji Lestariono bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajaran Forpimda saat berada di Posko Gugus Tugas Covid 19 Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Banyuwangi dr. Widji Lestariono menyebut, proses pemulasaraan pasien konfirmasi positif corona di Kecamatan Genteng tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pada saat itu, hanya ada dua tim medis yang mengangkat peti jenazah dan satu orang sopir.

“Jadi kemarin itu pengalaman pertama, jadi sebaiknya memang harus lebih dari dua. Oleh sebab itu, ini menjadi bahan evaluasi kami kedepan akan kita sesuaikan dengan SOP yang ada minimal enam orang,” kata dr. Rio sapaan akrab Widji Lestariono, Sabtu (11/4/2020).

Rio mengatakan, pihaknya juga telah melakukan tindakan bagi warga yang terlibat saat pemakaman. Termasuk orang yang terakhir kontak dengan pasien. “Kita untuk pasien konfirmasi positif kemarin di Genteng telah melakukan rapid test sebanyak 30 orang, dan satu lagi di Kecamatan Cluring kita lakukan rapid test sebanyak 21 orang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku telah menyiapkan skema untuk tim medis khusus untuk pemakaman jenazah. Salah satunya menyiapkan gaji khusus bagi mereka.

“Evaluasinya seharusnya memang harus enam orang, tapi siapa yang nyangka kalau ada yang meninggal. Dan oleh karena itu kita sudah bahas, nanti setiap ada orang meninggal kita nanti akan siapkan enam orang dengan gaji tertentu. Nanti gajinya disiapkan oleh tim gugus tugas, sehingga mereka nanti punya rasa tanggungjawab,” ungkap Anas. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar