Pendidikan & Kesehatan

Gubernur Tinjau Kesiapan BPSDM Jatim Jadi Isolasi Pasien Covid-19 Pascarawat RS

Surabaya (beritajatim.com) – Upaya penanganan pandemi Covid-19 tak henti-hentinya dilakukan Pemprov Jawa Timur. Tak hanya tracing dan imbauan mematuhi protokol kesehatan yang makin masif, tapi kesiapan fasilitas dan sarana kesehatan juga tak luput dari perhatian.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kondisi Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, yang rencananya akan kembali dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 pascarawat.

Sebelumnya, Gedung BPSDM Jatim telah digunakan sebagai tempat isolasi dan ruang tunggu bagi masyarakat yang tengah menunggu hasil tes PCR hingga pasien Covid-19 yang berkategori ringan. Kali ini, gedung BPSDM Jatim akan digunakan juga bagi pasien Covid-19 tanpa gejala klinis dan telah menjalani perawatan selama 10 hari. Dimana saat ini, pedoman Kemenkes RI menyebutkan bahwa pasien tanpa gejala cukup diisolasi 10 hari saja, karena virus sudah tidak menular lagi setelah 10 hari.

Meskipun demikian, berdasarkan National Centre for Infectious Disease (NCID), disebutkan bahwa beberapa pasien Covid-19 masih bisa memiliki hasil swab yang positif, meski telah melewati 10 hari isolasi dan sudah tidak menular. NCID menyebutkan bahwa pada 5 persen pasien Covid-19, hasil swabnya masih bisa positif sampai lebih dari 33 hari dan 32 persen masih bisa positif sampai lebih dari 21 hari. Hal ini mengakibatkan berbagai kesalahpahaman di masyarakat, karena dianggap pasien yang masih positif sudah dipulangkan. Pada kenyataannya, pasien tersebut sebenarnya sudah tidak menularkan lagi.

“Untuk mengurangi adanya perbedaan pemahaman di masyarakat terkait masalah periode infeksius dan hasil swab yang positif melebihi sepuluh hari isolasi ini, maka mulai hari ini BPSDM yang ada di Balongsari bisa menerima pasien-pasien yang sebelumnya sudah menerima perawatan selama sepuluh hari, tidak ada gejala klinis, namun masih positif,” ungkap Gubernur Khofifah.

Selain itu, hal ini juga diharapkan bisa menurunkan pelaksanaan isolasi mandiri masyarakat, apabila rumah pasien kurang memenuhi syarat untuk isolasi. Inilah kondisi dimana sesungguhnya diharapkan agar masyarakat tidak melakukan isolasi mandiri.

“Jangan isolasi mandiri, kalau rumahnya tidak memungkinkan, kami sudah berkomitmen untuk menyediakan fasilitas yang terbaik untuk memastikan isolasi yang optimal di BPSDM maupun di Rumah Sakit Darurat Lapangan. Silakan dimanfaatkan sebaik mungkin,” pesan Gubernur Khofifah.

Penggunaan kembali gedung BPSDM Jatim ini dijelaskan Gubernur Khofifah sebagai langkah pencegahan terhadap naiknya angka konfirmasi positif Covid-19 akhir-akhir ini.

“Pagi ini, saya bersama dr Joni Koordinator Tim Kuratif dan Kadinkes ke Gedung BPSDM Jatim di Surabaya. Harapannya untuk bisa memberikan penanganan lanjutan pasca pasien dirawat di Rumah Sakit. Kalau tidak ada penanganan lanjutan, maka di Rumah Sakit bisa bertumpuk. Harapannya, penggunaan BPSDM ini juga bisa membantu merelaksasi beban rumah sakit di Jawa Timur, khususnya di Surabaya,” pungkas orang nomor satu di Jatim ini. (tok/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar