Pendidikan & Kesehatan

Gubernur Khofifah Sebut Penanganan Covid 19 Klaster Pondok Pesantren di Banyuwangi Baik

Banyuwangi (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Pariwansa melihat langsung penanganan covid 19 klaster Pondok Pesantren Darussam, Blokagung Kecamatan Tegalsari. Sejauh ini, penanganan telah berjalan sesuai dengan baik.

“Pemprov Jatim telah mendukung penanganan Dinkes Banyuwangi, sejak 19 Agustus lalu. Ada lima rumah sakit pemprov yang siap support selama masa karantina di pondok. Petugas kesehatan gabungan juga terus standby di kompleks pondok,” kata Khofifah saat meninjau lokasi dapur umum yang memasok logistik di ponpes, Kamis (3/9/2020).

Khofifah memastikan kebutuhan untuk penanganan covid di sana dilakukan dengan baik. Mulai dari kebutuhan meningkatkan daya tahan tubuh para santri hingga penanganan kesehatannya.

“Kebutuhan masker, vitamin akan terus kita perhatikan. Pemeriksaan komprehensif telah dilakukan, swab kepada santri juga sudah dilakukan gabungan tenaga kesehatan dari Kementrian Kesehatan, Pemprov dan Pemkab,” kata Khofifah.

Pemkab Banyuwangi mengadakan dapur umum yang setiap harinya menyediakan 18.000 porsi makanan untuk kebutuhan makan harian penghuni pondok pesantren selama masa karantina.

Memurut Khofifah, yang harus dilakukan saat ini adalah penanganan yang termonitor dan terukur. Salah satunya, dengan memastikan para santri dalam kondisi yang fit. Dipastikan gizinya tercukupi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pondok pesantren di Banyuwangi

“Dan semua sudah disiapkan dengan baik. Pemprov, pemkab, dan TNI/Polri bahu membahu mendirikan dapur umum untuk memasok kebutuhan para santri yang sedang masa karantina. Standard gizinya telah dipastikan, food security di sini juga sudah jalan,” kata Khofifah.

Pemkab Banyuwangi mengadakan dapur umum yang setiap harinya menyediakan 18.000 porsi makanan untuk kebutuhan makan harian penghuni pondok pesantren selama masa karantina.

Anggaran sebanyak Rp 3 miliar digelontorkan Pemkab Banyuwangi untuk memenuhi kebutuhan logistik dapur umum tersebut.

“Ada pemilahan untuk percepatan distribusi makanan mengingat jumlahnya yang besar. 3000 porsi disiapkan TNI, 1500 porsi dari Pemprov Jatim, dan 1500 porsi dari Pemkab Banyuwangi. Semua logistik anggarannya dari pemkab,” kata Plt Kepala BPBD Banyuwangi, Abdul Kadir.

Khofifah datang bersama Sekretaris Daerah Pemprov Jatim Heru Tjahjono dan Ketua Rumpun Tracing Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso.

Setelah kunjungan, Khofifah menggelar rakor dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajaran Satgas penanganan covid 19 Banyuwangi. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar