Pendidikan & Kesehatan

PDP Paling Banyak di Malang, Surabaya, dan Tulungagung

Gubernur: Jatim Status Keadaan Darurat Bencana Penyakit Akibat COVID-19

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, status keadaan darurat bencana penyakit akibat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Status keadaan darurat diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Jika BNPB memperpanjang sampai 29 Mei, kami berlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Status tersebut sesuai Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/108/KPTS/013/2020, serta mengacu Keputusan Kepala BNPB Nomor 13.A/2020,” kata Khofifah.

Di Jatim, berdasarkan data dari Pemprov dan Tim Gugus Tugas Jatim hingga Kamis (19/3/2020) malam, total penderita positif COVID-19 mencapai sembilan pasien.

Dari sembilan pasien positif, tujuh orang dirawat di sejumlah rumah sakit di Surabaya, sedangkan dua pasien lainnya dirawat di rumah sakit di Malang, dan satu orang di antaranya meninggal dunia.

Gubernur Khofifah juga mengungkapkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 di wilayah setempat yaitu 91 orang, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 36 orang.

“Jumlah PDP yang paling banyak tersebar di tiga kabupaten/ kota, yaitu Malang Raya sebanyak delapan orang, Surabaya tujuh orang, dan Tulungagung empat orang,” ucap Khofifah.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu juga mengimbau masyarakat tetap tenang karena Pemerintah Provinsi telah membentuk gugus tugas yang bekerja secara komprehensif untuk memerangi wabah COVID-19. [tok/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar