Pendidikan & Kesehatan

Gubernur Jatim Restui PSBB di Malang Raya 1 Putaran, Bersiap New Normal

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Pimpin rapat evaluasi PSBB Malang Raya.

Malang(beritajatim.com) – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, yakni Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang memasuki hari ke 11. Tiga kepala daerah di Malang Raya melakukan evaluasi bersama Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, dan Pangdam V Brawijaya.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai rapat evaluasi mengatakan PSBB Malang Raya cukup satu putaran, PSBB resmi berakhir pada, Sabtu, (30/5/2020) mendatang. Dia mengungkapkan wilayah Malang Raya saat ini memasuki masa transisi dari pasca PSBB menuju New Normal.

“Evaluasi PSBB Malang Raya hari kesebelas sudah berakhir. Dengan ini kami mengambil kesimpulan bahwa PSBB di Malang Raya cukup sekali saja. Malang Raya sudah masuk kepada masa transisi pasca PSBB. Untuk transisi menuju New Normal,” ujar Khofifah, Rabu, (27/5/2020) di Bakorwil III Malang.

Khofifah mengatakan, ada berbagai penilaian sehingga kesimpulan PSBB Malang Raya cukup sekali saja. Diantaranya, persebaran Covid-19 di Malang Raya telah terkontrol. Kemudian kapasitas kesehatan, untuk tes kesehatan, isolasi di rumah sakit, tracing dan karantina pasien positif masih tercukupi.

“Kemudian pada masa transisi ini, populasi beresiko harus dilindungi khususnya orang berusia lansia dan individu dengan penyakit komorbid. Wajib menggunakan masker, jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan,” kata Khofifah.

Selain itu, di Malang Raya resiko penyebaran kasus baru Covid-19 mampu diminimalkan. Kemudian komunitas yang ada di Malang dianggap turut aktif dalam melawan penyebaran virus Covid-19. Khofifah pun memuji komunitas-komunitas yang aktif dalam melawan penyebaran Covid-19.

“Peran komunitas di Malang yang aktif dalam melawan Covid-19 telah menjadi modal sosial yang kuat bagi masyarakat Malang Raya. Mereka mampu berkontribusi aktif, dengan kampung tangguh,” tandasnya. (Luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar