Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Kongres PERGUNU ke-III di Mojokerto

Gubenur Khofifah Bicara tentang Pentingnya Seorang Guru

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Syaifuddin Chalim, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ahmad Muzakki. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pentingnya peran seorang guru dalam mendidik muridnya untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi di era metaverse. Ini disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat membuka Kongres Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) ke-III.

“Ketika kita berbicara daya saing, maka hal yang harus digarisbawahi adalah bagaimana membangun kepercayaan diri dari para guru untuk mampu memberikan guidance, peta profesi, dan langkah-langkah yang harus disiapkan siswa-siswi atau para santri dalam mengejar cita-cita,” ungkapnya, Jumat (27/5/2022).

Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menguraikan, salah satu persoalan yang dihadapi adalah kebutuhan jumlah guru antar daerah, antar lembaga, dan antar mata pelajaran yang tidak merata. Disparitas kuantitas dan kualitas menjadi salah satu yang sedang diupayakan dalam rangka penguatan kompetensi.

“Selain itu, di dalam diri seorang guru juga bukan hanya membutuhkan kemuliaan pikiran, sikap, dan perilaku, tapi juga dituntut bisa beradaptasi dengan berbagai percepatan kemajuan zaman,” tegas mantan Menteri Sosial RI (Mensos RI).

Agenda Kongres PERGUNU ke-III digelar di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Turut hadir Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al-Barra, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad Muzakki, Mustasyar PBNU, As’ad Said Ali dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Syaifuddin Chalim.

Kongres PERGUNU ke-III dihadiri sebanyak 1.094 peserta dari 34 Pengurus Wilayah (Provinsi) dan 512 Pengurus Cabang (Kabupaten/Kota) seluruh Indonesia. Kongres PERGUNU ke-III kali ini mengangkat tema ‘Guru Mulia Membangun Peradaban Dunia’. Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 26 Mei 2022 hingga 29 Mei 2022 mendatang.

Kongres PERGUNU ke-III kali ini meliputi bazar, pengajian, sarasehan, gebyar sholawat, bedah buku, dan sidang pleno 1-4. Kesemuanya berlangsung secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar