Pendidikan & Kesehatan

GTT/PTT Kementrian Agama dan BPPGDS Dapat Bantuan dari Pemkot Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyerahkan bantuan beasiswa berprestasi, honorarium Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) jajaran Kementerian Agama dan Bantuan Penyelengaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPGDS) Madrasah Diniyah Ula – Wustho bagi siswa – guru Kota Mojokerto.

Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan kepada perwakilan siswa berprestasi dan GTT/PTT di Pendopo Graha Praja Wijaya Pemkot Mojokerto. Ning Ita (panggilan akrab, red) menyampaikan, pendidikan merupakan faktor penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Berbagai upaya pembangunan sumber daya manusia ini telah diupayakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto yang antara lain melalui berbagai program pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan hingga minimal tingkat SMA,” ungkapnya, Rabu (18/12/2019).

BPPDGS sendiri merupakan program prioritas dan unggulan dari RPJMD Propinsi Jawa Timur 2014-2019. Hal ini didasarkan pada kebijakan Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Mojokerto dalam upaya meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, memperluas keterjangkauan layanan pendidikan dan mutu serta relevansi layanan pendidikan, guna mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan.

“Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Dengan adanya beasiswa ini, diharapkan dapat memberikan harapan kepada anak-anak Kota Mojokerto, khususnya dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, agar bisa terus semangat menempuh pendidikan hingga jenjang yang tinggi,” ujarnya.

Anak-anak para penerima beasiswa, diharapkan bisa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Dapat meraih cita-citanya dan menjadi aktor yang akan mengangkat ekonomi diri dan keluarganya. Kepada para guru/pengajar/ ustad/ustadzah, Ning Ita berharap dengan bantuan tersebut dapat memotivasi untuk mengawal langkah anak-anak didiknya.

“Sehingga bisa mencetak generasi qur’ani yang tangguh, berdaya saing, mandiri dan bermartabat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, Wali Kota Mojokerto telah mengalokasikan lebih dari 20 persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk bidang pendidikan dan kesehatan karena tidak semua kabupaten/kota memberikan bantuan untuk Madrasah Diniyah dan GTT/PTT.

“Bantuan yang diberikan Pemkit Mojokerto sebesar Rp1.073.240.000 dengan perincian beasiswa untuk 12 orang sebesar Rp86,4 juta. Untuk honorarium GTT/PTT Madrasah Swasta sebesar Rp464 juta. BOP Madin dari Propinsi dan APBD Kota Mojokerto masing-masing sebesar Rp261.420.000,” jelasnya.

Bantuan Pemkot Mojokerto yang dikucurkan melalui Dinas Pendidikan Kota Mojokerto berupa beasiswa sebesar Rp600 ribu per bulan per orang tanpa dipungut biaya apapun yang diberikan sejak semester 1 sampai dengan semester akhir (sarjana). Bantuan honorarium sebesar Rp1 juta per bulan per orang untuk GTT/PTT) di jajaran Kementerian Agama yang mengajar/bertugas di RA-MI-MTs Kota Mojokerto.

Sedangkan untuk Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Guru Swasta (BPPDGS) Madarasah Diniyah Wustho-Ula bagi siswa dan guru (BOP Madin) adalah sebesar Rp15 ribu per siswa per bulan bagi santri/siswa Madarasah Diniyah Takmiliyah Ula, dan Rp25 ribu per siswa per bulan bagi Santri/siswa Madarasah Diniyah Takmiliyah Wustho.

Bagi ustadz/guru Madarasah Diniyah Takmiliyah Ula dan Wustho diberikan bantuan sebesar Rp300 ribu per guru per bulan. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar