Pendidikan & Kesehatan

Gresik Dikepung 4 Daerah dengan Tren Kasus Covid-19 yang Naik

Pejabat forkopimda Gresik sedang memimpin rapat terkait naiknya kasus covid-19

Gresik (beritajatim.com) – Wilayah Kabupaten Gresik menjadi perhatian khusus. Pasalnya, Gresik dikepung empat daerah kasus Covid-19 yang trennya naik. Keempat daerah itu di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, dan Bangkalan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg Syaifuddin Ghozali menuturkan, saat ini daerah Gresik menjadi perhatian khusus. Hal ini karena masuk wilayah perlintasan yang saat ini kasus Covid-19 sedang naik.

“Klaster Bangkalan Madura menjadi penyebab kasus Covid-19 cenderung naik. Pasalnya, klaster daerah tersebut menjadi potensi masuknya penyebaran Covid-19,” tuturnya, Selasa (16/06/2021).

Ghozali menjelaskan khusus di wilayah Gresik. Kasus tertinggi masih terjadi di Kecamatan Kebomas, Bungah, Manyar, Bungah, Kecamatan Panceng, Driyorejo, dan Dukun.

“Semua kecamatan itu, sewaktu dilakukan tracing didominasi klaster hajatan dan klaster Bangkalan,” paparnya.

Indikasi naiknya Covid-19 ini lanjut Ghozali, juga dilihat dari bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit sudah mencapai 47 persen. Kondisi tersebut berbanding terbalik pada 2 Juni 2021. Dimana, BOR rumah sakit dibawah 10 persen.

“BOR rumah sakit yang menangani pasien covid sempat turun di awal bulan Juni 2021. Tapi pada 9 hingga 16 Juni trennya naik lagi. Kondisi yang sama di BOR ICU yang mencapai 41 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain klaster, penyebab utamanya kasus Covid-19 di antaranya masyarakat sudah mengalami kejenuhan yang luar biasa. Sehingga lupa mengenakan masker, tidak mencuci tangan dengan sabun, dan berkerumun.

“Karena kasus ini cenderung naik makan pusat rehabilitasi dan perawatan di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) akan dibuka lagi. Tapi bukan buat pekerja migran Indonesia (PMI),” imbuhnya.

Disamping terus mengkedepankan protokol kesehatan (Prokes) kata Ghozali, pihaknya terus memperbanyak vaksin. Bahkan terkait dengan ini Gresik menempati peringkat kelima dari posisi enam belas dalam vaksin terhadap masyarakat secara berkala.

“Gresik menerima 231 ribu dosis vaksib dan 80 persen sudah dihabiskan,” ungkapnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengatakan, pihaknya terus mendorong pelopor prokes guna mendampingi kedisplinan masyarakat ditengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Ini adalah alarm supaya masyarakat tidak abai dan lengah menghadapi Covid-19,” tandasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar