Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Gresik Darurat Covid-19, Ini Langkah Antisipasinya 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) didampingi Wabup Gresik Hj Aminatun Habibah (Bu Mien)

Gresik (beritajatim.com) РKasus Covid-19 di Gresik semakin menggganas. Pasalnya, bed occupancy rate (BOR), atau ketersediaan tempat tidur di sejumlah rumah sakit sudah penuh.Kalaupun ada pasien yang dipulangkan, sudah banyak antrean pasien yang menunggu untuk mengisi tempat tidur yang tersedia.

Melihat trend yang semakin meningkat tersebut, Pemkab Gresik telah mempersiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan tersebut.

Terkait dengan ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) meminta agar pelaksanaan PPKM berbasis mikro semakin ditingkatkan dan diawasi secara ketat. Pembatasan kegiatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah.

“Saat ini kita kembali dihadapkan pada situasi darurat dengan kasus covid-19 yang meningkat. Untuk itu, kita harus melakukan langkah antisipatif dan serius dalam menghadapi situasi saat ini,” ujarnya, Sabtu (26/06/2021).

Ia menjelaskan, meski pandemi Covid-19 meningkat. Dirinya berharap agar tidak berdampak serius terhadap ekonomi di masyarakat. Untuk penangannya, harus fokus dan serius serta mempertimbangkan aspek ekonomi dimasyarakat.

Imbas adanya peningkatan ini, juga menghasilkan sejumlah kebijakan yang dituangkan dalam surat himbauan atau perbup.

Isi surat himbauan tersebut kembali memberlakukan jam operasional dan kapasitas pengunjung pada warung makan, kafe dan sejumlah tempat usaha lainnya serta pembatasan kegiatan pada area publik seperti tempat wisata, dan fasilitas umum hingga pelaksanaan kegiatan di tempat ibadah.

Beberapa poin diantaranya jam operasional untuk usaha warung makan, kafe, pedagang kaki lima, restoran maupun lapak jajanan diluar diperbolehkan beroperasi hingga pukul 20.00 wib. Dengan kapasitas pengunjung maksimal 25 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk kegiatan di tempat ibadah juga dibatasi dan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan seni budaya dan kegiatan masyarakat juga menerapkan teknis yang sama. Ini berlaku untuk selain zona merah.

Sementara untuk wilayah zona merah, kegiatan-kegiatan masyarakat ditiadakan untuk sementara waktu hingga dicabutnya status zona merah. (dny/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar