Pendidikan & Kesehatan

Gresik Bakal Bikin Sekolah Inklusi di Tiap Kecamatan

Gresik (beritajatim.com) – Pemkab Gresik punya target sendiri untuk mewujudkan sekolah inklusi secara maksimal. Kendati menjadi ‘pilot project’ (percontohan) hak-hak pendidikan penyandang disabilitas, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) masih terpusat di kota.

Adanya kendala tersebut membuat pemkab setempat akan memperbanyak sekolah inklusi di tiap kecamatan. Harapannya, dengan dibangun sekolah ABK itu, guru pendamping atau orang tua tidak perlu ke kota hanya untuk menimba ilmu.

“Kami akan membuat semacam resources center anak inklusi di tiap kecamatan supaya tidak jauh-jauh ke kota,” ujar Wabup Gresik, Aminatun Habibah (Bu Min), Senin (31/05/2021).

Nantinya lanjut Bu Min, resources center di tiap kecamatan itu. Tidak hanya cuma memberikan pendampingan pendidikan saja. Tapi juga diberi ketrampilan kepelatihan. Sehingga bisa mendapatkan rejeki sesuai kemampuannya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, Mahin menambahkan, sebetulnya mulai 2019 pendidikan anak inklusi sudah dilakukan indoor maupun outdoor. Namun karena ada pandemi Covid-19, pendidikan tersebut sementara ditiadakan.

“Pendidikan inklusi di Gresik sudah jauh lebih bagus dibanding daerah lain. Tidak salah jika pada 2011 lalu ditetapkan sebagai percontohan pendidikan inklusi,” imbuhnya.

Sementara Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Inklusi Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur, M.Ilyas menyatakan guna mendukung pendidikan inklusi. Gubernur sudah menerbitkan Pergub namun malah maju setingkat dengan Gresik. Pasalnya, daerah tersebut sudah memberlakukan perda bagi anak berkebutuhan khusus.

“Pendidikan inklusi di Gresik sudah maksimal. Pasalnya, ada perda yang mendukung bagi anak berkebutuhan khusus,” pungkasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar