Pendidikan & Kesehatan

Gotong Royong, Cara UTD PMI Pamekasan Antisipasi Kelangkaan Darah

Pamekasan (beritajatim.com) – Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, menerapkan sistem gotong royong demi mengantisipasi kelangkaan sekaligus kekosongan stok darah selama masa pandemi wabah virus corona.

Penerapan sistem gotong royong tersebut dilakukan melalui himbauan pendonor pengganti, salah satunya melalui surat edaran resmi PMI Pamekasan, Nomor 12/02.06.09/UMUM/III/2020 tentang Himbauan Membawa Donor Pengganti yang ditanda tangani oleh Ketua PMI Pamekasan, Bambang Edy Suprapto tertanggal Senin (16/3/2020) lalu.

Selain itu, himbauan tersebut juga sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Provinsi Jawa Timur, Nomor 443/4146/201.3/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Covid-19 di Jawa Timur, serta Surat Edaran Bupati Pamekasan Nomor 443.32/122/432.302/2020 tentang hal serupa.

“Memang kami akui ketersediaan stok darah tidak normal seperti sebelumnya (sebelum pandemi Covid-19), tetapi kami akan tetap berupaya maksimal untuk mengantisipasi kelangkaan maupun kekosongan stok darah di Pamekasan,” kata Kepala UTD PMI Pamekasan, dr Achmad Syafirullah, Sabtu (18/4/2020).

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan jika saat ini ketersediaan stok darah relatif cukup untuk kebutuhan selama sepekan kedepan. “Jadi sementara stok darah masih aman untuk sepekan kedepan, tetapi butuh gotong royong dari pendonor pengganti,” ungkapnya.

Bersamaan dengan momentum tersebut, pihak UTD PMI Pamekasan juga membentangkan sejumlah banner ajakan pendonor pengganti yang ditempatkan di area kantor yang terletak di Jl Raya Panglegur, Pamekasan. Salah satunya banner bertuliskan ‘Terima kasih sudah menyediakan donor darah pengganti untuk pasien berikutnya, dengan gotong royong kita lawan Covid-19’.

“Dari itu kami berharap dengan adanya himbauan seperti ini, serta ajakan kami untuk melakukan gotong royong dalam aksi donor darah dapat mengantisipasi kelangkaan sekaligus kekosongan stok darah. Sebab kami yakin jika pasien menyediakan donor darah pengganti, insya Allah UTD PMI Pamekasan akan mampu memenuhi kebutuhan darah dengan aman,” pungkasnya.

Berdasar update terakhir peta sebaran Covid-19 Pamekasan, Jum’at (17/4/2020) kemarin. Terdata sebanyak lima orang di Pamekasan dinyatakan positif terinfeksi wabah virus corona. Dari lima orang tersebut, keempatnya tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, sementara satu pasien lainnya meninggal dunia, beberapa waktu lalu.

Sementara peta sebaran sebaran wabah Covid-19 Pamekasan, terdata empat dari total 13 kecamatan berbeda di Pamekasan masuk status merah penyebaran wabah virus corona. Empat kecamatan tersebut yakni Kecamatan Galis, Larangan, Pademawu dan Proppo.

Sedangkan total Orang Dalam Resiko (ODR) di Pamekasan, terdata sebanyak 3.049 orang, serta sebanyak 94 orang yang terdata dalam status Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tetap terdata sebanyak dua orang dengan status keduanya negatif Covid-19. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar