Pendidikan & Kesehatan

Gencarkan Prokes, Polrestabes Surabaya Rangkul Komunitas Warkop dan Ojol

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir saat menyematkan rompi untuk komunitas peduli Prokes di Surabaya belum lama ini. [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Humanis dan memberdayakan masyarakat, begitulah langkah Polrestabes Surabaya menekan penularan virus corona. Tak hanya membagikan masker, makanan dan juga sembako.

Polrestabes Surabaya juga merangkul sejumlah komunitas agar menjadi pionir protokol kesehatan (prokes). Di antaranya aksi Satlantas Polrestabes Surabaya mencari pasangan hidup ‘Cak Tejo’ atau program Cakap Tertib Jogo Suroboyo.

Cak Tejo berkeliling mencari penjaga warung untuk digandeng menjadi alarm prokes di warkop (warung kopi) dan warnas (warung nasi). Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Candra menjelaskan, usai pengusaha warkop didata, mereka pun digandeng dan dikumpulkan agar bisa cakap dan tertib menggalakkan protokol kesehatan.

“Kita harapkan melalui masyarakat sendiri, maka akan semakin banyak tangan yang sadar pentingnya prokes. Sebab pandemi belum berlalu, jadi jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan itu penting,” jelasnya, Minggu (27/12/2020).

Tak hanya itu, polisi di Surabaya juga menggandeng komunitas masyarakat yang peduli Kamtibmas. Komunitas tersebut akan membantu kepolisian jika ada gangguan Kamtibmas dan pentignya menekan penyebaran virus.

Melalui langkah ini diharapkan keseharian nanti dan khsususnya malam pergantian tahun tak ada pelanggaran prokes. Secara simbolis, mereka mendapatkan penghargaan dari Kapolrestabes Surabaya Kombes Johnny Eddizon Isir, dengan menyematkan jaket berlogo kepala burung hantu.

Kasat Intelkam AKBP Wimboko mengatakan kelompok masyarakat yang peduli akan Kamtibma akan membantu kepolisian dalam memberikan informasi gangguan mulai dari kemacetan, perkelahian, dan kejadian seperti penjambretan.

“Di sela-sela kegiatan hariannya, mereka memberikan informasi kepada kepolisian tentang adanya gangguan kamtibmas baik itu kemacetan, perkelahian, bahkan kita pernah kemarin melakukan penangkapan terhadap jambret itu dari mereka,” kata Wimboko.

Wimbiko menjelaskan, komunitas peduli kamtibmas beranggotakan 130 orang tersebut tersebar di seluruh wilayah Kota Surabaya. Mereka juga dari beberbagai latar belakang. Dalam tugasnya, mereka melakukan tindakan kepolisian terbatas yang sekadar menginformasikan dan mengamankan di lokasi.

Selain itu, jika melihat dan ada orang di sekitarnya tak mematuhi prokes, maka ia bisa memberikan teguran dan imbauan. Sehingga, akan semakin banyak campur tangan dalam sosialisasi peneggakan prokes di Kota Pahlawan.

“Tapi terbatas disana saja. Nanti mereka berkoordinasi aktif dengan pihak kepolisian, lalu kepolisian yang akan melakukan tindakan selanjutnya,” lanjutnya. [man/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar