Pendidikan & Kesehatan

Gelombang Kedatangan Mahasiswa Baru di Kota Malang Berpotensi Bawa Virus

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang(beritajatim.com) – Pergerakan ratusan ribu mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang menjadi perhatian khusus Pemkot Malang. Kehadiran mahasiswa baru ini tentu berpotensi dalam penyebaran virus corona Covid-19 di daerah yang ditetapkan zona merah di Jatim ini.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, salah satu alasan yang melatarbelakangi pengajuan draf Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah potensi penularan virus pada gelombang kedatangan mahasiswa baru. Dia memprediksi akan ada 100 ribu mahasiswa baru yang datang.

“Kita prediksi akan crowded ketika mahasiswa baru masuk. Kami akan koordinasi dengan perguruan tinggi menjadi starting poin kami meminta kepada Kemendikbud ada perlakukan khusus berkaitan dengan Kota Malang,” kata Sutiaji, Selasa, (21/4/2020).

Sutiaji mengatakan, sebaiknya proses daftar ulang bisa dilakukan secara daring seperti proses perkulihaan yang saat ini dilaksanakan dengan metode daring. Namun, ada satu hal yang tidak bisa dilakukan secara daring, yakni masa pengenalan lingkungan kampus.

“Kota Malang ini mahasiswanya banyak,  menurut analisa dari dokter kesehatan masyarakat dan mikrobiologi dan ahli pandemik Malang ini mestinya saat ini PSBB direvisi, kita harus maksimalkan physicial distancing,” papar Sutiaji.

Selain gelombang kedatangan ratusan ribu mahasiswa baru. Potensi lain yang dianggap mengkhawatirkan adalah kedatangan arus pemudik. Untuk itu disejumlah pintu masuk dan kedatangan pemudik akan lebih diperketat untuk melaksanakan anjuran physicial distancing.

“Salah satu yang kami khawatirkan lainnya adalah lonjakan pemudik yang datang ke Malang,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar