Pendidikan & Kesehatan

Gedung Pendidikan Guru SD Universitas Jember Jadi Tempat Isolasi Mandiri

Ketua Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Covid-19 (TTDKBC) Universitas Jember Ulfa Elfiah

Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyediakan gedung PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) sebagai tempat isolasi mandiri bagi civitas akademika yang terjangkit Covid-19.

“Bagi warga Unej yang kesulitan melakukan isolasi mandiri di rumah atau rumah kos, kami menyediakan gedung PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar),” kata Ketua Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Covid-19 (TTDKBC) Universitas Jember Ulfa Elfiah, Kamis (15/7/2021).

Dengan ditempatkan dalam satu tempat isolasi, menurut Ulfa, akan mempermudah tim penanganan Covid untuk mendampingi, merawat, dan melakukan evaluasi. Saat ini, total ada 76 warga Unej yang terkonfirmasi positif.

Warga yang memiliki keluhan gangguan kesehatan diharuskan melapor ke tim penanganan Covid kampus. Mereka kemudian diminta melakukan pekerjaan dari rumah. “Kami meminta tim Covid fakultas untuk mengawal teman-teman yang mengalami keluhan sakit atau tidak nyaman untuk memastikan bahwa mereka tidak sedang mengalami gejala Covid,” kata Ulfa.

Ulfa mengatakan, Unej sebenarnya menerapkan protokol kesehatan ketat. “Pertama, bila ada orang bukan warga Unej (yang hendak beraktivitas di area kampus), maka diwajibkan membawa surat bukti dilakukannya tes antigen atau swab PCR,” katanya.

Selain itu, orang tersebut harus memberitahu lokasi di wilayah Unej yang hendak dituju. “Kami sudah berkoordinasi beberapa pimpinan fakultas dan merekomendasikan agar orang yang mau datang ke kampus untuk berkoordinasi kebutuhan dan kepentingannya apa. Ketika sudah mendapatkan izin, ketika sampai di tempat tujuan akan dilakukan pemeriksaan secara ketat, mulai dari pemeriksaan suhu, pemakaian masker secara benar, dan pengaturan jarak. Misalnya mahasiswa yang akan melakukan cap tiga jari (ijazah), ada protokol yang harus dilalui. Jadi tidak langsung kontak dengan petugas,” kata Ulfa.

Unej juga mewajibkan semua anggota sivitas akademika untuk melaporkan kegiatan di luar tugas institusi untuk didata. “Itu harus tercatat di setiap fakultas,” kata Ulfa. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar