Pendidikan & Kesehatan

Gara-gara Corona, KKN Universitas Jember Berubah Tema

Jember (beritajatim.com) – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami perubahan tema. Kali ini tema difokuskan pada penanganan dampak virus corona atau Covid-19 di masyarakat.

Program KKN periode II tahun ini tetap menggunakan durasi waktu 45 hari dengan perkiraan waktu antara Juni – Juli. Saat ini sudah ada empat ribu mahasiswa yang mendaftarkan diri mengikuti program KKN ini. Ketua Pusat KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jember Ali Badruddin mengatakan, perkembangan saat ini yang mengharuskan adanya penjarakan fisik dan sosial berdampak pada model KKN yang akan dijalankan.

“Salah satu yang akan kami konsep dalam model KKN ini dilakukan secara mandiri atau individu dan dilakukan di lokasi domisili kampung halaman atau memilih di luar domisili dengan alasan tertentu,” kata Ali, Rabu (22/4/2020).

Ada lima opsi tematik yang bisa dipilih mahasiswa. Pertama, program kemanusiaan pencegahan Covid19. Program ini meliputi aktivitas edukasi kesehatan dan bakti sosial kepada masyarakat. “Program ini akan dikoordinasi oleh Pusat Covid,” kata Ali.

Kedua, program pemberdayaan wirausaha masyarakat terdampak Covid-19. “Program ini dapat berupa pendampingan pada individu, kelompok masyarakat, atau usaha mikro kecil menengah yang terdampak Covid-19, bisa melalui pelatihan wirausaha, maupun pemasaran rencana kerjasama dengan Kementerian Desa, Usaid, Kompak, dan Start Up Sophee,” jelas Ali.

Ketiga, program kegiatan inovasi teknologi informasi. Mahasiswa bisa memanfaatkan separuh masa KKN untuk menyiapkan aplikasi teknologi berupa teknologi informasi, teknologi pertanian, atau teknologi kesehatan yang dapat diterapkan di masyarakat yang terdampak Covid-19. “Separuh waktunya untuk penerapan kepada masyarakat,” kata Ali.

Keempat, program kegiatan pemberdayaan badan usaha masyarakat desa dan pemerintahan desa. “Tujuannya memperkuat jaring pengaman sosial desa saat terjadinya pandemi Covid19. Kegiatan ini terkait upaya mendukung pemerintahan desa dan BUMDes untuk mengimplementasikan program pengaman sosial desa karena dampak dari pandemi,” kata Ali.

Program ini menggandeng Kementerian Desa, Usaid, Kompak, start up Sophee, dan Tokopedia. “Ini untuk membantu pemberdayaan BUMDes dalam peningkatan layanan maupun usaha untuk penanganan Covid-19,” kata Ali.

Terakhir, program kegiatan inovasi pembelajaran, terutama anak sekolah peserta pendidikan dasar dan menengah yang terdampak Covid-19. “Kegiatan ini meliputi inovasi untuk membantu edukasi anak-anak sekolah dasar dan menengah sebagai dampak diberlakukannya kebijakan belajar mandiri di rumah. Program ini rencananya akan menggandeng Kompak dan juga start up terkait pendidikan misal Quipper,” kata Ali.

Ali mengingatkan, semua program yang dikonsep mahasiswa hendaknya mengikuti protokol dan aturan pemerintah dalam masa penjarakan sosial dan fisik. “LP2M Unej akan menerbitkan pedoman dan protokol selama KKN, serta menyiapkan infrastruktur sistem aplikasi untuk pembekalan, pemantauan mahasiswa dan bahkan pelatihan masyarakat secara online,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar