Pendidikan & Kesehatan

Ganjar Pranowo Berikan Inspirasi kepada Kandidat Doktor di STIESIA

Surabaya (beritajatim.com) – Di era pandemi, strategi pemasaran perlu melakukan penyesuaian. Hal ini dikarenakan adanya banyak perubahan di berbagai sendi-sendi kehidupan.

Pendapat di atas diungkapkan oleh pengamat manajemen Endry Hariyati. Kandidat Doktor di STIESIA ini mengatakan jika beberapa strategi bisa diterapkan. “Diantaranya dengan menerapkan strategi pemasaran berbasis empati. Kenapa? Ini karena masyarakat perlu diyakinkan tentang klain produk,” kata Endry.

“Nah, perusahaan harus bisa menjawab permasalahan ini. Harus bisa mencarikan solusi kerisauan masyarakat. Hal ini saya pelajari dari Prof Ujang Sumarwan, seorang pakar di bidang perilaku konsumen yang kerap melakukan seminar Empathetical leader and merketing for succes,” tambahnya.

Dengan menggunakan strategi berbasis empati, menurut Endry bisa berujung pada berbagai macam hal. “Salah satunya adalah peningkatan awareness konsumen,” bebernya.

“Secara tidak langsung, awareness konsumen akan bisa menanamkan kesadaran konsumen jika produk itu ada. Mindset terbangun dan bisa menghasilkan profit,” tambah Endry.

Selain empati, Endry juga menyebut jika membangun rasa penasaran juga penting dalam membangun strategi pemasaran kala pandemi. “Membangun rasa penasaran ini tapi tidak mudah,” katanya.

“Rasa penasaran harus dibangun dengan pola yang didapatkan melalui penelitian tersendiri. Penelitian atau riset bisa dilakukan secara kualitatif dengan metode yang ilmiah. Kalau yang ini, saya pelajari langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo,” tambah Endry.

Bukan hanya menerapkan metode yang diberikan oleh Prof Ujang Sumarwan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di satu forum diskusi bersamanya memaparkan sebuah gagasan yang menarik. Ide itu berkaitan dengan pola kepemimpinan di kala pandemi.

“Menurut Pak Ganjar, pemimpin saat ini (pandemi) harus bisa membaca dampak yang akan terjadi. Harus bisa membaca situasi dan beradaptasi. Pemimpin juga harus memfasilitasi. Yang tak kalah penting, juga harus memiliki empati dan simpati,” ungkap Ganjar Pranowo dalam seminarnya. [way/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar