Pendidikan & Kesehatan

Gandeng PWI, Polres Mojokerto Baksos ke LKSA Abdulloh Latief

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander bersama Ketua PWI Mojokerto, Diak Eko Purwoto saat baksos ke LKSA Abdulloh Latief.

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto menggelar bakti sosial (baksos) ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Abdulloh Latief di Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Baksos kali ini, dilakukan dengan menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto.

Baksos tersebut selain untuk mempererat silaturahmi yang sudah terjalin, juga jelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021. Bantuan berupa sembako diberikan Polres Mojokerto bersama PWI kepada pengasuh. Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander dan Ketua PWI Mojokerto, Diak Eko Purwoto diajak keliling melihat kondisi LKSA Abdulloh Latief.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, baksos yang digelar Polres Mojokerto bersama PWI Mojokerto dalam rangka menyambut HPN tanggal 9 Februari tahun 2021. “Dan juga kita meningkatkan empati kemanusiaan dalam situasi pandemi seperti saat ini,” ungkapnya, Jumat (29/1/2021).

Di tengah situasi pandemi Covid-19, lanjut Kapolres, kita harus saling berbagi dan juga saling membantu sesama. Seperti yang dilakukan kali ini yakni baksos di LKSA Abdulloh Latief. Di lokasi, tambah Kapolres, bisa dilihat kondisi LKS Abdulloh Latief masih ada beberapa kekurangan-kekurangan fasilitas yang menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Ini menjadi PR kita bersama untuk bisa tetap memperhatikan anak-anak kita semuanya. Mudah-mudahan apa yang kita berikan pada hari ini, bisa meringankan dan juga membantu dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Tujuan lainnya agar kita bisa saling bahu-membahu gotong royong untuk sama-sama tetap semangat untuk memutus mata rantai Covid-19,” katanya.

Kapolres menambahkan, karena tanpa adanya kebersamaan, tanpa adanya sinergitas dan tanpa adanya disiplin, semua tidak akan mungkin bisa keluar dari zona merah (resiko tinggi penyebaran Covid-19). Kapolres berharap, Kabupaten Mojokerto saat ini zona merah bisa menjadi zona kuning dan nantinya berubah ke zona hijau.

Sementara itu, Pengurus LKSA Abdulloh Latief, Fahmi mengatakan, LKSA Abdulloh Latief sudah berdiri sejak tahun 1985 dengan jumlah penghuni sebanyak 79 anak. “Baik yatim, piatu, yatim piatu. Mereka berasal dari Mojokerto dan luar Mojokerto sampai Semarang. Usia mulai TK dan ada yang kuliah juga,” tegasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar