Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Gandeng MK, Fakultas Hukum Uniska Kediri Gelar Seminar Pemenuhan Hak Politik

Kediri (beritajatim.com) – Fakultas Hukum Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri dengan Mahkamah Konstitusi mengadakan acara Seminar Nasional dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan tema ‘Pemenuhan Hak Politik Warga Negara Dalam Pemilihan Umum dan Pilihan Kepala Daerah’, pada Sabtu (25/6/2022). Kegiatan ini dihadiri langsung Dr. Anwar Usman, S.H, M.H selaku Ketua Mahkamah Kontsitusi RI.

Dekan Fakultas Hukum Uniska Kediri Dr.H. Zainal Arifin,SS,SH,M. Pdi, Mh menjelaskan jika Uniska sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan bersama Mahkamah Konstitusi. Sebelumnya, Fakultas Hukum Uniska juga mengundang Ketua MK melalui Kuliah Umum Hukum Acara Mahkamah Konstitusi, pada 9 Desember 2021 lalu.

“Sudah lebih dari satu kali, melaksanakan kegiatan bersama MK, melalui webinar (secara online). Konstitusi memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konstitusi juga sebagai pemberi pegangan dan pemberi batas agar penyelenggara negara tidak menyalahgunakan kekuasaan,” terang Zainal Arifin.

Masih katanya, konstitusi memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konstitusi juga sebagai pemberi pegangan dan pemberi batas agar penyelenggara negara tidak menyalahgunakan kekuasaan, sekaligus dipakai sebagai pegangan dalam mengatur bagaimana kekuasaan negara harus dijalankan. Karena konstitusi merupakan jaminan yang penting dalam menjaga agar kekuasaan yang ada di dalam suatu negara tidak disalahgunakan dan menjamin agar hak asasi manusia tidak dilanggar.

“Salah satu kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) adalah menjaga dan menafsirkan makna konstitusi (the guardian and the interpreter of constituion) agar tetap menjadi pedoman dan mercusuar kehidupan generasi milenial sesuai maksud ketentuan Pasal 24C UUD NRI Tahun 1945. Untuk itu maka diperlukan sinergi dengan berbagai pihak terutama adalah Perguruan Tinggi dimana tempatnya para akademisi agar terlibat bersama dalam rangka menjaga konstitusi,” bebernya.

Dr. Anwar Usman, S.H, M.H, Ketua Mahkamah Kontsitusi RI berharap kebesaran dan kedigdayaan suatu bangsa sangat bergantung dengan peran dan kontribusi strategis dari lembaga pendidikannya. Dalam hal ini perguruan tinggi untuk itu di dalam berbagai kesempatan Mahkamah Konstitusi senantiasa membuka diri dan berperan aktif untuk menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi guna melaksanakan amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sementara itu, dalam rangka milad Universitas Islam kadiri, ke-39 tahun dengan tema bersatu dan maju bersama untuk kebesaran Uniska Mahkamah Konstitusi menjalin kerjasama Dengan penandatanganan nota kesepahaman antara mahkamah konstitusi dan Universitas Islam kadiri. “Saya ucapkan selamat ke 39 kepada Universitas Islam kadiri. Semoga sukses selalu di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Anwar berharap kerja sama antara 2 institusi ini kedepan bisa, mengadakan kegiatan bersama dalam rangka memasyaraktakan konstitusi. Direncanakan Uniska kedepan menjadi salah satu Perguruan Tinggi yang memiliki smart Board Mini Court untuk siding jarak jauh PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum).

Seminar ini melibatkan Mahasiswa, KPU Karesidenan Kediri, Bawaslu Karisedenan Kediri, Dekan Fakulstas Hukum Karesidenan Kediri sebagai peserta seminar secara langsung, serta beberapa Universitas se-Indonesia yang Sudah bekerja sama dengan Fakultas Hukum Uniska untuk mengikuti secara online atau Daring melalui Zoom Meeting dan You Tube Official Uniska. [nm/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar