Pendidikan & Kesehatan

Gandeng JFF, Warga Banyuwangi Bisa Ikut Pengobatan Mata Gratis

Banyuwangi (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi kembali menggelar operasi katarak bekerjasama dengan yayasan kemanusiaan John Fawcett Foundation (JFF). Digelar selama 5 hari, kegiatan sosial ini juga akan melakukan pemberian kacamata dan pemeriksaan mata gratis untuk ribuan pasien.

Raut wajah Dimas Khoiru (11) terlihat berbinar saat namanya dipanggil untuk masuk ke ruang periksa di hari pertama layanan ini mulai dibuka, Selasa (26/3/2019). Dimas adalah salah satu pasien mata yang ikut dalam bakti sosial pemeriksaan mata gratis ini.

Pemeriksaan terhadap matanya selalu menjadi hal yang ditunggu Dimas. Sebab itu artinya ada perawatan yang diberikan untuk membuat penglihatannya terasa nyaman. “Saya senang kalau pas ada pemeriksaan seperti ini. Nanti matanya jadi kerasa enak, nggak gatal. Nggak takut bola mata palsunya lepas-lepas,” kata Dimas polos.

Dimas yang masih duduk di bangku kelas 5 SDN Model Banyuwangi ini terlahir dengan penglihatan yang sempurna. Namun September 2018 lalu, saat sedang bermain sepeda, Dimas terjatuh dan mengakibatkan bola mata kanannya lepas.

Saat itu orang tua Dimas membawanya untuk dioperasi di RS Dr Sutomo Surabaya. Dimas kemudian mendapatkan protase (bola mata palsu) untuk mengganti bola matanya yang tidak bisa terselamatkan.

Sejak itu, secara berkala, Dimas mendapatkan pemeriksaan atas matanya. Dan terhitung sejak tahun lalu, ini adalah kali kedua, Dimas mengikuti pemeriksaan yang diselenggarakan di Markas PMI Banyuwangi tersebut.

“Seiring dengan pertambahan usianya, kami berharap Dimas bisa mendapatkan protase yang baru. Yang ini sudah mulai kecil dan kadang-kadang mudah lepas,” ujar Abdul Halim, sang ayah.

Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) John Fawcett Foundation (JFF) sejak 2014 rutin menggelar kegiatan ini di Banyuwangi. “Bahagia rasanya melihat masyarakat yang mengalami gangguan mata terlayani. Ini jadi semangat bagi kami untuk membantu masyarakat supaya terhindar dari kebutaan,” ujar Manajer JFF Indonesia, Nyoman Wardhana.

Nyoman mengaku sudah sembilan kali berada di Banyuwangi untuk melakukan bakti sosial, meski yang secara khusus bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi dan PMI terhitung telah 6 kali.

Menariknya, tahun ini JFF telah melakukan penandatanganan MOU dengan Pemkab Banyuwangi dan PMI, sehingga tahun ini bisa dilakukan dua kali bakti sosial serupa. Yakni pada Maret dan September mendatang.

Bahkan JFF berencana untuk menambah armada bus yang digunakan sebagai tempat dilangsungkannya operasi katarak. “Ke depan kami akan bawa lebih banyak bus. Kami punya 5 armada bus, biasanya yang kami bawa ke sini 2 atau 3. Nanti kalau kami bisa bawa lebih banyak, diharapkan akan semakin mempercepat proses operasi itu sendiri, bahkan cakupan pasien yang ditangani bisa lebih banyak,” beber Nyoman.

Selain itu, Nyoman mengaku, pihaknya juga akan lebih banyak sharing dan transfer ilmu dengan paramedis yang ada di Banyuwangi, khususnya terkait pendampingan pasien gangguan mata. “Kami akan sharing pengalaman, info dan teknologi yang kami punya selama 27 tahun kami mendampingi pasien gangguan mata dengan paramedis di Banyuwangi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono menyatakan apresiasinya atas kerja bareng ini. “Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam bagi JFF dan PMI. Kerjasama ini bisa jadi bagian dari Unit Gawat Darurat (UGD) Penanganan Kemiskinan, membantu mengentaskan masyarakat yang kurang beruntung. Tentunya ini akan sangat bermanfaat. Apalagi JFF mengembangkannya jadi dua kali dalam setahun. Ini sangat luar biasa,” ujar dr Rio, sapaan akrabnya.

Kegiatan bakti sosial ini diselenggarakan selama 5 hari, mulai 26 – 29 Maret mendatang. Pemeriksaan mata diperuntukkan bagi 2000 pasien. Sedangkan operasi katarak untuk 300 orang. Selain pemeriksaan mata, pemberian kacamata dan protase (bola mata palsu), ada pula pemeriksaan kesehatan mata untuk para siswa di dua sekolah.

Sebanyak 8 dokter spesialis mata beserta 23 para medis dan 3 unit bus untuk operasi diterjunkan dalam bakti sosial ini. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar