Pendidikan & Kesehatan

Gali Potensi Pengusaha Muda, ITS Launching IYT

Surabaya (beritajatim.com) – Untuk menjaring para mahasiswa yang berpotensi menjadi pengusaha, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar kompetisi bisnis ITS Youth Technopreneurship (IYT) bagi mahasiswa.

Kompetisi yang diselenggarakan ITS bersama Ikatan Alumni (IKA) ITS Pengurus Wilayah (PW) Jawa Timur dan PT Satu Atap tersebut di-launching secara resmi oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng di Gedung Rektorat ITS, Kamis (2/5/2019).

Acara ini juga dihadiri Ketua IKA ITS PW Jawa Timur Ir Wahid Wahyudi dan owner PT Satu Atap, yakni Ahmed Tessario dan Nuryadi. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama antara ITS dengan IKA ITS PW Jawa Timur. Kerja sama ini juga berkaitan dengan pencarian mahasiswa yang mempunyai jiwa pengusaha muda dalam lomba IYT.

Dalam sambutannya, rektor yang akrab disapa Ashari ini mengatakan, di kampus ITS bidang technopreneurship dikelola oleh dua lembaga. Yakni Subdirektorat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (PK2M) di bawah Direktorat Kemahasiswaan dan Direktorat Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian.

Technopreneurship ini diklasifikasikan menjadi empat klaster bidang, yaitu maritim, otomotif, robotik, dan industri kreatif. “Nantinya PK2M dan IKA ITS PW Jatim akan memberi bantuan berupa tools, networking maupun mentoring, sehingga usaha mahasiswa ITS ini dapat berkembang,” jelas guru besar Teknik Elektro ini.

Sementara itu, Wahid Wahyudi mengatakan, hadirnya kompetisi bisnis ini di ITS, bisa untuk menggali potensi dan ide mahasiswa ITS dalam mengembangkan ide bisnis maupun bisnis yang sudah mereka jalani. “Tentunya dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih berkreasi di dunia bisnis,” ujar alumnus ITS ini.

Nuryadi selaku owner PT Satu Atap menerangkan bahwa proposal bisnis yang dapat dikirim mahasiswa dalam kegiatan ini ditargetkan sebanyak 250 proposal. “Kemudian proposal bisnis tersebut akan diseleksi menjadi 54 tim terpilih, di mana 24 tim untuk kategori junior dan 30 tim untuk kategori senior,” imbuhnya

Untuk tim junior, Nuryadi mengatakan, merupakan mahasiswa semester dua hingga empat atau yang masih berupa ide bisnis. Untuk tim senior merupakan mahasiswa semester enam hingga delapan atau yang sudah menjalankan bisnis usaha. Nantinya 54 tim ini akan dibimbing dengan mentor yang sudah dipersiapkan PT Satu Atap dan menjalani tiga workshop.

“Workshop pertama tentang Design Thinking, workshop kedua tentang Business Model, dan workshop ketiga mengenai market mapping,” paparnya.

Dari proses ini, lanjut Nuryadi, akan diseleksi dengan metode peer-to-peer, di mana penilaian bukan dari juri namun dari peserta ke peserta. Proses seleksinya diperkirakan sekitar satu bulan lamanya.
Dari 54 tim tersebut akan diseleksi menjadi 18 tim. Rinciannya, delapan tim terpilih untuk kategori junior dan 10 tim kategori senior. “Untuk tim junior, masing-masing tim mendapatkan pendanaan sebesar Rp 10 juta, sedangkan tim senior Rp 20 juta,” ungkapnya

Nuryadi mengatakan, 18 tim yang terdanai tersebut wajib untuk mewujudkan ide bisnis mereka berupa prototype. Hasil prototype tersebut akan dipresentasikan pada acara puncak di final day. “Pada final day terdapat empat acara yakni exhibition, BOD Meeting, Investor Forum, dan Pitching Arena,” jelasnya.

Nuryadi berharap dari acara ini akan lahir ide bisnis yang luar biasa dan mampu menyelesaikan permasalahan masyarakat sekitar. Tentunya nanti juga bisa diaplikasikan. “Nanti jika prototype-nya sudah jadi, maka bisa dicarikan investor atau diikutkan perlombaan lain untuk mendapatkan pengembangan dana dan menjalankan bisnis usahanya,” pungkasnya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar