Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Gaduh SE Disdik Sumenep Minta Penyeragaman Cat Gedung Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra

Sumenep (beritajatim.com) – Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Sumenep perihal pengecatan gedung sekolah sempat membuat gaduh. SE itu ditujukan kepada Kepala PAUD/TK/SD/SMP Negeri dan Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Isi SE tersebut adalah guna terciptanya keseragaman warna gedung sekolah di Kabupaten Sumenep sekaligus terwujudnya suasana lebih asri dan tampak indah. Kepala Sekolah diminta untuk melakukan pengecatan gedung sekolah serta pagar dengan ketentuan warna sebagai berikut:

a. Catylac light cream 44195 exterior (warna krem)
b. Warna merah Propan (Pemkab)


SE ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra.

Sejumlah kepala sekolah menyatakan keberatan dengan SE tersebut. Sebagian besar mereka menyatakan telah melakukan pengecatan sekolah saat tahun ajaran baru. Sedangkan untuk pengecatan ulang, sekolah tidak mempunyai anggaran.

Selain itu, penentuan merk cat juga memunculkan tanggapan miring bahwa ada kerja sama Dinas Pendidikan dengan pabrikan dan berujung pada perolehan ‘fee’.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra menyatakan, SE tersebut dibuat berdasarkan SE Sekretaris Daerah nomor 001/239/435.041/ 2018 tentang pengecatan gedung Kantor.

“SE yang saya keluarkan tentang pengecatan gedung sekolah, berdasarkan SE Sekda tahun 2018. Jadi itu sebenarnya SE lama. Sudah lama itu diberlakukan. Termasuk merk cat itu juga memang sudah tertulis sejak SE tahun 2018. Saya hanya meneruskan ke sekolah-sekolah,” katanya, Senin (26/09/2022).

Ketika ditanya mengapa harus ditentukan merk cat yang digunakan, hingga kemungkinan mendapatkan ‘fee’ dari perusahaan cat tersebut, Agus membantah. “Penentuan itu hanya untuk keseragaman warna. Kalau soal fee, saya tidak tahu tentang itu, karena memang saya tidak mendapatkannya. Sekali lagi, itu hanya meneruskan SE tahun 2018,” ujarnya.

Sementara ketika disinggung tentang urgensi pengecatan gedung sekolah tersebut, Agus mengatakan bahwa itu hanya untuk membuat suasana tampak lebih indah karena gedung-gedung milik negara berwarna sama. Namun ia mengatakan bahwa SE tersebut tidak bersifat memaksa agar sekolah melaksanakan pengecatan gedung saat ini juga.

“Kalau memang tidak ada anggarannya ya tidak apa-apa. Kalau memang sudah terlanjur melakukan pengecatan sebelumnya dengan warna berbeda, ya tidak apa-apa. Nanti saja kalau akan melakukan pengecatan ulang, silahkan warnanya disesuaikan dengan SE tersebut,” tandasnya. [tem/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar