Pendidikan & Kesehatan

Gaduh 4 Warga Kediri Suspect Corona, Berikut Penjelasan PMI

Kediri (beritajatim.com) – Beredar surat dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim yang menyatakan ada 65 warga Jatim suspect virus corona juga meresahkan masyarakat Kediri. Pasalnya, dari jumlah tersebut empat diantaranya disebutkan warga Kediri.

Menanggapi adanya surat edaran tersebut, UTD PMI Kota Kediri minta agar warga tetap tenang, namun tetap waspada terhadap wabah penyakit dari Wuhan, China tersebut. PMI Kota Kediri sedang menunggu perintah lebih lanjut perihal kabar tersebut dari PMI Jawa Timur.

“Kami akan menanggapi secara bijaksana. Bagaimanapun juga kami tidak bisa mengambil langkah, selama belum ada petunjuk dari PMI Jawa Timur. Kami mengharapkan semua masyarakat tetap tenang,” ujar Abdul Gani, Sekretaris PMI Kota Kediri, Kamis (5/2/2020).

Diakui Gani, paska beredarnya surat tersebut, PMI Kota Kediri langsung ‘diserbu’ pertanyaan dari berbagai kalangan. Mereka ingin memastikan kabar tersebut. Bahkan, ada salah seorang sahabatnya di Luar Negeri yang bertanya langsung kepadanya ihwal surat yang beredar melalui whatsApp tersebut.

Gani mengakui, PMI Kota Kediri menerima surat yang sama melalui email. Tetapi, belum mendapatkan kepastian bentuk pendampingan yang dimaksud dalam isi surat internal yang diduga ‘bocor’ itu. Terlebih dalam surat itu, empat orang hanya disebut warga Kediri, tanpa diketahui dari wilayah kota ataupun Kabupaten Kediri.

Selama ini PMI Kota Kediri tak berpangku tangan terkait wabah virus corona. Melalui jaringan PMR yang ada di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan, PMI terus memberikan sosialisasi tentang pola hidup bersih dan sehat, untuk mencegah virus corona. Sosialisasi juga dilakukan dengan memasang banner di Kantor UTD PMI Kota Kediri agar masyarakat dan pendonor darah mengetahuinya.

“Mewakili pengurus PMI Kota Kediri, sejak terjadinya isu corona di China dan kemungkinan bisa terjadi di Indonesia, kami sudah menyampaikan sosialisasi kepada seluruh PMR, termasuk KSR dan pembinaanya. Kami sampaikan melalui liflet atau selebaran yang sudah diterbitkan oleh PMI Pusat. Sehingga dengan demikan, seluruh relawan di Kota Kediri sudah siap untuk ikut memberikan sosialisasi dan ikut menjaga kesehatan mereka agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” jelas Gani.

Sebelumnya, beredar surat dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim yang menyatakan ada 65 warga Jatim suspect virus corona. Dalam edaran tersebut, PMI meminta adanya pendampingan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Herlin Ferliana membantah bila 65 orang tersebut suspect corona. Herlin menyebut, 65 orang itu dalam keadaan sehat. Istilah suspect dalam pedoman penanganan COVID-19 sudah dihapus, karena orang cenderung panik dan itu masuk dalam kelompok sakit. Sedangkan 65 orang sesuai surat PMI, itu merupakan kelompok 1 yaitu orang sehat. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar