Pendidikan & Kesehatan

FK Universitas Ciputra Mulai Pembelajaran Luring untuk Dokter Muda

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah Pandemi Covid-19, tenaga dokter begitu dibutuhkan. Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya pun akhirnya membuka kembali praktek offline bagi Dokter Muda mereka.

Wakil Dekan FK Ciputra, dr Charles Siahaan, Sp OG, mengatakan bahwa FK Ciputra memulai kembali praktek operate pendidikan lapangan pada hari ini, Senin (11/1/2021).

“Kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit Jejaring kami, RS Soewandi, untuk memulai menjalankan operate tendik kami secara online pada 11 Januari ini,” ujar dr Charles, kepada beritajatim.com, Senin (11/1/2021).

Meski mulai menyelanggarakan kegiatan pembelajaran offline atau Luring untuk Dokter Muda, FK Universitas Ciputra melakukan protokol ketat agar tetap bisa menjaga keselamatan dan kesehatan anak didiknya.

Sebanyak 49 Dokter Muda yang mengikut pembelajaran offline di RS Soewandi dibagi menjadi 2 kelompok. Pembelajaran offline pun hanya dibatasi selama 2 jam per kelompok, kemudian DM diwajibkan pulang untuk mengikuti kelas online pada pukul 12.00 WIB.

“Dengan semua skema dan protokol ketat itu, kami menerapkan wajib Tes Swab PCR bagi DM yang akan mengikuti operate tendik ini, sebelum masuk dan setelah meninggalkan rumah sakit, untuk memastikan ada atau tidak yang terpapar Covid-19 dan untuk memasika mereka sehat,” terang Dr Charles.

“Jadi mereka dapat terampilnya keterampilannya meskipun minimal, bisa bertemu dengan pasien dan kemudian mereka juga mendapatkan ilmunya di rumah sakit,” tambahnya.

Meski diberlakukannya pembelajatan Offline, pihak FK Universitas Ciputra mengaku bahwa kebijakan ini tidak bersifat mutlak, dan keselamatannya peserta didik adalah jadi yang utama.

“Tapi kalau ada peraturan pemerintah terbaru, ya kita bisa kembali ke online. Jadi ini ndak fix bukan patokan keras,” pungkas dr Charles Siahaan.

Selain itu, FK di Perguruan Tinggi lain pun telah banyak yang melakukan pembelajaran profesi secara offline. Seperti yang dilakukan oleh FK Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya,

“Kita mengharapkan pembelajaran dan pendidikan FK kita seideal mungkin, tapi dalam keadaan se ideal mungkin tapi keselamatan peserta didik kita harus jadi yang utama. Meski ada beberapa FK yang sudah melakukan pembelajaran profesi secara offline tapi dengan pengaturan yang ketat, jumlah peserta didik tidak sebanyak semula. Dilakukan swab sebelum dan sesudah. Kalau ada yang positif tidak boleh masuk harus di treatment dulu,” tegas, Dekan FK Unusa, dr Handayani. [adg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar