Pendidikan & Kesehatan

FK Unair Lantik Dua Dokter Militer

Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) melantik dua dokter spesialis dari kalangan militer. Dua dokter militer tersebut antara lain Kapten Laut(K) dr.Arvi Dian Prasetya Nurwidda,Sp. PD dan Kapten CKM dr. Charles Winston Sondakh, Sp.Rad.

Sebagai dokter militer, Dokter Charles dan Dokter Alvi siap bertugas menjadi pelayan masyarakat di bidang kesehatan. Salah satunya membantu pemerintah dalam penanganan Pandemi Covid-19 ini. “Sebagai dokter sekaligus anggota militer, kami mempunyai tanggung jawab dan kewajiban untuk andil membantu penanganan Covid-19,” terangnya, Kamis (24/10/2021).

 

Menjalani dua profesi sekaligus, dokter Arvi tidak pernah merasa menanggung tugas yang berat. Hal ini karena menurutnya, dua profesi ini sama mulianya. Karena sejatinya keduanya memiliki tugas yang sama, membantu orang lain sekaligus mengabdi kepada negara. “Kami bekerja untuk ibadah. Profesi kami adalah ladang pahala kami,” terangnya.

Dokter yang kini bertugas di Danlanudal Juanda ini memang bercita-cita menjadi dokter militer sejak kecil. Meskipun bukan berasal dari keluarga militer, orang tuanya mendukung penuh cita-citanya. “Ayah saya guru PNS, sementara ibu saya ibu rumah tangga,” tambah lulusan FK Unair angkatan 2009 ini.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kapten Charles. Dia mengatakan dokter militer harus siap ditugaskan di mana saja. Termasuk berjaga di perbatasan. “Tugas kita adalah pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Meskipun daerah terpencil dan perbatasan kami siap. Seperti sebelum menempuh pendidikan, kami turut mengamankan di daerah perbatasan di Papua,” ujarnya.

Dokter Charles dan Dokter Arvi menjalani program pendidikan spesialis ini melalui jalur perwira karir. Di tengah pandemi, keduanya berjuang untuk lulus tepat waktu. Demi menunjukkan semangat belajar seorang militer dan segera kembali bertugas bersama tim. “Kami menyelesaikan studi selama delapan semester. Setelah ini, kami akan melapor ke atasan dan siap bertugas kembali,” tambah perwira dari Grup II Kopasus Solo ini.

Menjalani program PPDS selama pandemi memang menjadi tantangan tersendiri. Apalagi mereka juga harus berhadapan langsung dengan pasien sebagai residensi di RSUD Dr. Soetomo. Namun hal itu tidak pernah menggentarkan semangat dua perwira ini. Karena mereka percaya, apa yang mereka lakukan adalah demi pengabdian. Proses belajar ini sebagai gemblengan untuk mempersiapkan mereka menghadapi situasi yang sesungguhnya di lapangan nanti. [adg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar