Pendidikan & Kesehatan

FK Unair Lantik 84 Dokter Spesialis

Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) kembali mengadakan Pelantikan Dokter Spesialis, Rabu (24/3/2021).

Pelantikkan yang dilangsungkan secara hibrid atau daring dan luring ini pun digelar dengan protokol kesehatan ketat. Sebanyak 84 dokter spesialis pun dikukuhkan hari ini. “Ini merupakan pelantikan kedua selama pandemi COVID-19. Pelantikan dokter spesialis ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Dekan FK Unair, Prof. Budi Santoso usai pelantikan.

Pelantikan kali ini hanya diikuti 36 dokter spesialis yang bisa hadir secara luring di kampus, sisanya mengikuti pelantikan secara daring. “Nilai pelantikan dokter ini sangat sakral, apalagi aulanya juga usianya sudah tua. Dan dengan dilantiknya para dokter ini mereka akn kembali bertugas di rumah sakit asalnya,” ujarnya.

Prof. Budi mengungkapkan selama pendidikan para dokter spesialis ini telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, sehingga meskipun bertugas di ruang khusus mereka tidak terinfeksi COVID-19. “Para PDSS ini ada yang di ruang paru tetapi tidak ada yang terinfeksi karena mereka sadar bagaimana mengelola protokol kesehatan dengan benar,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Budi mengatakan sejauh ini para PDSS belum didistribusikan ke rumah sakit jejaring. Hanya ke rumah sakit pendidikan Unair, seperti RS Unair atau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo. “Saat ini kami masih mengkaji pendistribusian PDSS di rumah sakit jejaring, karena kami prinsipnya menjaga keselamatan dan kesehatan anak didik,” tuturnya.

Namun, Prof. Budi menegaskan tidak mungkin terus-terusan membatasi calon dokter spesialis bertemu pasien. Sebab, kompetensi dokter spesialis didapatkan dari banyaknya penanganan kasus.

Sementara itu Direktur RSUD Dr. Soetomo, Joni Wahyuhadi mengungkapkan pihaknya sebagai sebagai rumah sakit pendidikan selama ini telah menunjang pendidikan para dokter.

Joni mengaku cukup kesulitan karena dalam masa pandemi ini harus selain menurunkan jumlah pasien juga memproteksi PDSS selama pendidikan. “Meskipun demikian rumah sakit telah melakukan terobosan, seperti saya di bidang klinis bedah saraf setiap malam ada diskusi tentang case pasien atau share jurnal secara daring,” katanya. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar