Pendidikan & Kesehatan

FISIP UIN Sunan Ampel Tingkatkan Imun Lewat Kajian Pancasila

Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia ini memiliki beragam agama, budaya, etnis, bahasa bahkan tingkat kesejahteraan. Perbedaan itulah yang membuat Indonesia bersatu dalam Pancasila. Jika sekarang muncul pemikiran dan gerakan radikalisme agama, maka ada yang salah dengan penerapan nilai-nilai Pancasila di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Yudi Latif, MA, PhD, aktivis dan cendikiawan muda, dalam Webinar Kebangsaan dengan tema ‘Pancasila & Tantangan Radikalisme Agama’ yang dihelat FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (30/9/2020) dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila dan mengenang sejarah G30S PKI.

Menurutnya, radikalisme agama itu terjadi karena adanya fanatisme buta pemeluk agama yang menganggap hanya pemahaman keagamaannya yang paling benar dan yang lain salah. Pluralisme di Indonesia ini belum sepenuhnya mengembangkan nilai-nilai multiculturalism, sehingga tidak ada ruang-ruang perjumpaan dan lupa akan kodrat yang beragam tadi.

“Dalam konteks ini, lembaga pendidikan harus mampu menanamkan dan membiasakan kepada siswanya untuk memiliki sikap toleransi,” bebernya.

Menurutnya, masih adanya permasalahan dalam demokrasi Indonesia, sehingga pengambilan keputusan di ruang-ruang formal seharusnya tidak selalu dimaknai dengan suara terbanyak.

“Para pendahulu mengajarkan kita tentang arti penting musyawarah. Permasalahan lainnya adalah pembangunan di Indonesia dewasa ini tidak kemudian mampu mensejahterakan mayoritas, hanya kelompok minoritas elit yang diuntungkan dalam pembangunan. Ini yang justru memperlebar ketimpangan, sehingga menyemai bibit-bibit radikalisme di Indonesia,” papar Yudi Latif.

Dalam webinar yang dibuka oleh Dekan FISIP, Prof Akh Muzakki, GradDip, SEA, MPhil, PhD ini juga menghadirkan Dr Ainur Rofiq Al-Amin, MAg, Dosen UIN Sunan Ampel itu menyebutkan radikalisme itu merupkan orang atau kelompok yang mencoba membenturkan antara Pancasila dengan Alquran, serta kelompok yang mencoba untuk memisahkan diri dari NKRI juga bisa disebut sebagai kelompok radikal. [rea/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar