Pendidikan & Kesehatan

FISIP Sapa Desa: Pembangunan Struktur dan Revitalisasi Desa pada Masa Pandemi

Surabaya (beritajatim.com) – Kondisi pandemi Covid-19 atau sering kita sebut virus corona telah terjadi dalam skala global, termasuk Indonesia.

Pandemi virus corona ini hampir melumpuhkan setiap sendi-sendi kehidupan baik itu industri, pertanian, bahkan pendidikan.

Sektor paling terdampak dari adanya pandemi virus ini adalah sektor perekonomian. Penyebaran wabah covid-19 yang begitu cepat di Indonesia tentunya memberikan pengaruh yang bagi ekonomi Indonesia.

Himbauan physical distancing, bekerja, belajar dan beribadah di rumah, hingga pelarangan kegiatan yang menimbulkan kerumunan tentunya membuat roda ekonomi nyaris terhenti.

Pandemi virus corona ini memaksa seluruh stakeholder dari pemerintahan pusat hingga pemerintahan daerah untuk mengupayakan agar rantai penyebaran virus corona dapat diputus, tidak terkecuali sampai wilayah administratif terkecil yakni desa.

Upaya-upaya pencegahan yang dilakukan di wilayah tingkat desa sudah terlihat sejak awal penyebaran wabah covid-19 ini.

Tanggap corona di wilayah pedesaan dilakukan dengan tak hanya menunggu bantuan pemerintah, tetapi sudah langsung melakukan aksi konkret.

Berjuang dan siap membasmi corona dengan memproduksi masker berbahan baku kain, di samping juga membuat baju alat pelindung diri (APD) untuk relawan juga bisa dibuat sendiri di desa tersebut.

Anggaran desa tanggap corona bersumber dari pos dana desa sekira Rp 171,031 miliar dan swadaya masyarakat mencapai Rp 2,180 miliar serta sumber lainnya dengan angka Rp 4,769 miliar. Angka-angka tersebut memberi makna baru terhadap terbitnya gotong royong dan peduli maupun tanggap Corona.

Desa juga melakukan pendataan warga miskin yang terdampak, dan menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu per KK setiap bulan selama 4 bulan.

Mengurangi pengangguran di desa akibat serbuan pemudik, pemanfaatan dana desa juga diarahkan untuk padat karya tunai desa (PKTD) yang sekurangnya dapat menggerakkan sumber-sumber ekonomi baru untuk membersihkan desa dari corona.

Melihat dari fakta di lapangan yang demikian, tentunya yang menjadi perhatian adalah banyaknya anggaran dana desa yang terserap untuk dialihkan kepada proses percepatan pengendalian virus corona, salah satu serapan anggaran dana desa yang di alihkan adalah pembangunan infrastruktur, hal ini membuat berhentinya beberapa proyek pembangunan yang ada di desa.

“Melalui kegiatan FISIP Sapa Desa 2020 program dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fisip Unair, mengangkat tema dalam diskusi Pembangunan Infrastruktur dan Revitalisasi Desa pada Masa Pandemi ,” ungkap Jose Fernando, Ketua Pelaksana.

Selanjutnya, akan ada pembagian donasi dan sosialisasi terkait pandemi di Dusun Cepit. Yang ketiga adalah pengabdian masyarakat dan acara volunteer di desa 1001 malam di Surabaya.

Sebuah program desa mitra ini, menjadi langkah solutif dalam membantu pembangunan infrastruktur daerah dengan wujud nyata aksi setelah mendapatkan pengetahuan dari diskusi yang dilakukan pada Jum’at, (18/09/2020).

Diharapkan muncul pemikiran-pemikiran baru yang muncul dan dapat dipakai untuk mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di desa dan membantu penanganan Covid-19 di Indonesia lebih baik lagi. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar