Pendidikan & Kesehatan

Filter Ruang Operasi Pasien Covid di Jember Terbakar

Jember (beritajatim.com) – Alat filter atau penyaring virus portabel di ruang operasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terbakar, Rabu (27/1/2021) dini hari.

“Alat hepa filter sebesar kipas angin kotak itu meleleh, kelihatannya karena terlalu panas. Ruangannya tidak terbakar. Tapi karena ruangan operasi tertutup, asapnya tidak bisa keluar. Gelap. Dinding-dindingnya hitam,” kata Direktur RSD dr. Soebandi Hendro Soelistijono.

Alat itu sebenarnya terhitung baru. “Enam bulan baru beli. Dugaan vendor, kemungkinan alatnya kemasukan binatang, sehingga fan (kipas angin di dalamnya, red) tidak jalan. Untung ada smooth detector sehingga ketahuan, tidak sampai merusak semuanya. Jadi kemungkinan itu, sehingga terjadi over heat. Karena kabelnya tidak terbakar. Jadi hanya alatnya saja,” kata Hendro.

Menurut Hendro, hepa filter dinyalakan 15 menit sebelum operasi. Setelah operasi, alat itu dinyalakan selama satu jam untuk menetralisasi virus. “Belum satu jam operasi selesai, smooth detector berbunyi pada pukul setengah dua belas malam. Kan ada petugas yang menunggu satu jam baru dimatikan,” katanya.

Ruangan tersebut saat ini dalam proses pembersihan. “Jangan sampai pelayanan terganggu. Insya Allah sehari dua hari lagi selesai proses cleaningnya,” kata Hendro.

Dr. Soebandi memiliki sebelas kamar operasi. Namun yang diaktifkan untuk Covid-19 hanya satu ruang, kendati seluruh ruang operasi sudah terstandarisasi untuk penanganan Covid. RSD dr. Soebandi memiliki standar melakukan swab antigen kepada semua pasien yang membutuhkan tindakan operasi. Pasien yang terindikasi Covid, akan menjalani operasi di ruang itu. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar