Pendidikan & Kesehatan

FIB Unair Gelar Pertunjukan Teater bersama Putu Wijaya

Surabaya (beritajatim.com) – Kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan Unit Kajian Kebudayaan Jawa Timur Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama dengan Teater Mandiri. Pementasan pada kali ini memilih judul naskah ‘Peace’ yang diciptakan dan disutradarai langsung oleh Putu Wijaya.

Terdapat tiga bagian cerita di dalam pementasan naskah ‘Peace’. Pertama mengenai ketidakadilan perempuan yang seharusnya mendapat perlakuan yang sama seperti laki-laki. Kedua, mengenai ketidakadilan terhadap masyarakat yang sampai saat ini menunggu untuk tidak lagi dibohongi dengan janji-janji. Ketiga, mengenai perdamaian yang tidak bisa diselesaikan dengan perang apapun alasannya.

Melalui naskah ‘Peace’ Putu Wijaya mencoba menunjukkan realitas yang dihadapi oleh masyarakat dalam bentuk pementasan teater. Unit Kajian Kebudayaan Jawa Timur memilih Putu Wiajaya karena beliau merupakan budayawan yang cukup mumpuni di bidangnya dan beliau pernah mendapatkan Satya Lencana Kebudayaan.

Disamping itu, karya-karya Putu Wijaya sering dipentaskan oleh komunitas-komunitas teater di seluruh Indonesia. Tetaer di Surabaya cukup antusisas dalam menyambut pementasan teater baik dari lokal maupun dari Jakarta. Putu WIijaya pernah melakukan pementasan di Surabaya dan terbilang cukup ramai.

Adi Setijowati, Ketua Unit Kajian Kebudayaan Jawa Timur (UK2JT) FIB UA, menuturkan, “Asupan seni dan tentu saja sastra itu penting. Apalagi bagi para pemuda, agar jiwa tidak menjadi kering. Saya kira usaha untuk mendidik pemuda Surabaya agar doyan teater masih butuh dukungan besar. Belum bisa mengalir sendiri. Jadi Fakuktas Ilmu Budaya berharap bisa jadi salah satu pelopor penggeraknya,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi budaya urban yang dilabelkan pada Surabaya sedikit banyak juga memengaruhi antusiasme masyarakat dan kepedulian mereka dalam menonton dan menikmati seni pertunjukan. “Baru-baru ini saya dengar Menteri Pendidikan yang baru disodori wacana untuk mewajibkan pemuda kita nonton teater. Ini perlu mendapat sambutan terlepas wacana itu jadi benar atau tidak. Ini adalah wacana yang bagus,” tambah Adi Setijowati.

Pementasan yang akan diselenggarakan pada 23 November 2019 di Gedung Kesenian Cak Durasim tersebut masih dapat dipesan. Diperkirakan 500 penonton akan memadati Gedung Cak Durasim sejak pukul 18.30 WIB. Pada 2018 lalu, Putu Wijaya dan Teater Mandiri juga pernah menggelar pementasan bertajuk “JPRUTT” atas kerja sama dengan UK2JT dan FIB UA. Kerja sama tersebut diharap dapat membawa teater lebih dekat ke masyarakat Surabaya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar