Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Festival Literasi Patjarmerah Digelar 9 Hari di Surabaya, Usung Puluhan Ribu Buku

Festival Literasi patjarmerah di Semarang (Desember 2019)

Surabaya (beritajatim.com) – Telah digelar sejak 2019, patjarmerah akhirnya singgah di Surabaya pada 29 Oktober – 6 November 2022. Festival literasi yang menyandarkan diri pada semangat gotong royong ini akan digelar di Xperia Collaborative Space, AJBS, Surabaya.

patjarmerah telah berkeliling di tiga kota, Yogyakarta, Malang, dan Semarang selama 2019 dan terbilang sukses. Festival literasi dan pasar buku ini berhasil menyedot perhatian berbagai kalangan pecinta buku. Tercatat di setiap kota, patjarmerah dikunjungi sekitar 30.000 orang.

Di Surabaya, patjarmerah akan juga diisi oleh berbagai aktivitas seru literasi. Sebagaimana yang sudah dikenal dari tiga festival sebelumnya, selain pasar buku, lokakarya patjar, obrolan patjar, layar patjar, dan panggung patjar akan menjadi suguhan utama untuk warga Surabaya.

Namun, bukan Patjarmerah namanya jika tidak memunculkan kekhasan dari tempat yang disinggahinya. Berkolaborasi dengan banyak komunitas dan kawan pegiat literasi Jawa Timur.

Windy Ariestanty, penggagas patjarmerah, menyebutkan bahwa Surabaya dipilih sebagai kota pembuka setelah masa pandemi karena banyak alasan penting. Salah satunya adalah fakta bahwa kota yang baru merayakan ultah ke-729 ini memiliki sejarah panjang dalam peta literasi.

“Surabaya memiliki perjalanan panjang dalam dunia literasi dan pergerakan pemuda serta kebangsaan. Ia juga salah satu kota penting dalam dunia kreatif maupun perkembangan bisnis Indonesia,” kata Windy dalam sesi wawancara.

Festival Literasi patjarmerah di eks-Bioskop Kelud, Malang (Juli 2019)

“Ia (Surabaya) menjadi pintu masuk bagi sisi timur Indonesia. Peran menghubungkan itu telah dijalankan Surabaya dari dulu hingga kini. Rasa-rasanya bukan dugaan luar biasa jika kami memutuskan bergerak ke sini; ke titik yang menjadi pintu masuk sekaligus penghubung, ke titik di mana banyak hal diupayakan dan digerakkan sejak awal, bahkan ketika yang lain belum bergerak,” ungkap perempuan yang telah berkecimpung di dunia perbukuan selama 17 tahun ini.

Parafrasa dipilih oleh patjarmerah sebagai tema utama sepanjang 2022. pa-ra-fra-sa adalah ikhtiar untuk menuturkan kembali semangat menciptakan akses literasi yang setara dan merata dengan cara-cara adaptif, kreatif, dan inklusif; bahwa akses literasi yang setara dan merata adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat. “Surabaya, rasanya, adalah titik mula yang tepat untuk memparafrasakan kembali semangat itu,” kata Denny Mizhar, pegiat penerbitan dan perbukuan dari Jawa Timur yang mengomandoi patjarmerah Surabaya.

Sama seperti di tempat-tempat sebelumnya, patjarmerah tetap menggandeng banyak komunitas, pegiatan literasi, dan penulis di Surabaya. Kolaborasi dan gotong royong masih akan menjadi napas utama patjarmerah di Surabaya.

“Pokoknya semua hal yang seru-seru, yang bisa bikin kita bergembira, yang bisa bikin kita terhubung, yang membuat kita satu sama lain saling menciptakan ruang untuk belajar. Akan banyak patjarliterasi (penulis, kreator konten lintas bidang, kelompok baca, dan lain-lain) hadir demi Surabaya,” kata Windy kala ditanya bocoran kegiatan apa saja yang akan dihadirkan di Patjarmerah Surabaya.

Para patjarboekoe, sebutan untuk pengunjung festival dan pasar buku ini, tidak perlu khawatir. Puluhan ribu judul buku telah siap didatangkan ke Surabaya dari berbagai penerbitan di Indonesia.

Banyak pilihan buku lawas dan baru dengan harga istimewa, hingga buku-buku asing yang sukar didapat di toko buku lokal akan dibawa ke ruang terbuka AJBS di Jalan Ratna No. 14, Ngagel, Surabaya.

“Kami mengajak patjarboekoe Surabaya dan Jawa Timur bersenang-senang bersama di arena sirkus literasi keliling ini,” kata Denny dan Windy kompak memberikan undangan terbuka kepada seluruh pencinta literasi. [but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar