Pendidikan & Kesehatan

Fenomena Jamur Hitam Bukan Efek Bawaan dari Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Beredar video dan foto pasien Covid-19 yang mengalami infeksi jamur hitam di hidung dan sekitar mata. Terkait hal itu banyak yang berspekulasi dan penasaran, apakah virus Covid-19 benar membawa dampak tumbuhnya jamur hitam atau Black Fungus?

Terkait hal itu, Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo dr., M.Si. MkedKlin, pakar Imunologi Universitas Airlangga (Unair) dan Dewan Pakar Satgas Covid-19 IDI Jawa Timur, mengatakan benar bahwa black fungus banyak terjadi pada kasus Covid-19 di India.

“Benar banyak terjadi di India karena banyak orang India yang terinfeksi di parunya, hidung dan mulutnya. Kasus black fungus ini sempat dikaji sebelum Covid-19. Di India ini faktor resikonya ada 3 yakni: penderita diabet, Covid-19 dan pasien dengan terapi kortikosteroid,” terang Dr Agung kepada beritajatim.com, Selasa (8/6/2021).

Dr Agung menjelaskan, bahwa di India banyak pasien yang mengalami ketiga kondis tersebut, yang mana, ketiga kondisi tersebut semuanya membuat daya tahan menurun.

“Diabet membuat daya tahan menurun, Covid-19 pun begitu, juga terapi kortikosteroid juga memiliki efek samping menurunan imunitas. Sayangnya di India, pasien Covid-19 banyak yang memiliki komorbid diabet, yang juga mendapatkan terapi kortikosteroid yang digunakan sebagai anti peradangan, sehingga tumpuk-tumpuk faktor yang menyebabkan daya tahan tubuh jadi menurun. Jadi kebanyakan yang kena black fungus ini adalah pasien yang baru saja sembuh dari Covid-19, karena penggunaan kortikosteroid untuk penyembuhan imflamasinya,” terangnya.

Black Fungus sendiri merupakan jamur mucormycosis atau jamur mucor yang ada di mana-mana, dan muncul secara alami di lingkungan kita, seperti tanah, tanaman, pupuk kandang, benda dengan permukaan basah, hingga sayur dan buah yang membusuk.

Manusia mendapatkan infeksi dengan menghirup spora jamur yang mengambang di udara dan debu. Spora ini lalu bersarang di saluran hidung dan sinus dan menyebabkan penyakit di bagian tersebut.

“Jadi pada dasarnya jamur ini ada dimana-mana, jika spora jamur ini terhirup manusia dan manusia tersebut dalam imunitas rendah, maka jamur bisa tumbuh di hidung, mulut atau paru. tapi meski terhirup jika memiliki imun yang kuat maka jamur ini akan mati dengan sendirinya karena dilawan oleh imunitas tubuh,” tukasnya.

Dr Agung menekankan bahwa black fungus bukan merupakan efek bawaan dari Covid-19, tapi siapapun bisa terinfeksi jamur tersebut, hanya saja penderita diabetes, Covid-19 dan penggunaan terapi kortikosteroid membuat daya tahan tubuh menurun dan memperbesar peluang seseorang terjangkit infeksi jamur tersebut.

“Bukan karena Covid-19 nya tetapi karena jamur ini menyerang imun maka pasien covid-19 dengan komorbid menjadi sangat rawan terinfeksi black fungus, kebetulan saja di India banyak penderita diabet yang terserang Covid dan diberi terapi kortikosteroid, jadi ya menyebabkan banyak yang timbul black fungus,” tukasnya. [adg/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar