Pendidikan & Kesehatan

Fatwa PWNU Jatim: Vaksin Astrazeneca Halal

Surabaya (beritajatim.com) – Vaksin Astrazeneca yang sempat diisukan tidak halal dan mengalami penolakan di beberapa tempat, hari ini, Selasa (23/3/2021) diumumkan oleh PWNU Jatim sebagai vaksin yang halal dan maslahah.

Pengumuman Fatwa Vaksin Astrazeneca Halal dan Maslahah ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Ir Budi Gunadi Sadikin CHFC CLU, K.H. Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jatim) dan perwakilan dari Unicef dan WHO.

“Kita mendapat jatah sekitar 11 miliar dosis vaksin, dan kita tidak bisa milih vaksin apa yang bisa kita dapat. Kita dapatnya 4 jenis vaksin dan semoga target vaksinasi bsa dirampungkan dalam 12 bulan,” ujar Budi.

Menkes Budi Gunadi mengatakan bahwa vaksin Astrazeneca merupakan salah satu dari 4 jenis vaksin yang didapatkan oleh Indonesia. Dan Vaksin Astrazeneca telah dinyatakan halal dan aman di berbagai penjuru dunia, sekalipun negara-negara islam.

“Seluruh negara islam pun sudah menyatakan vaksin ini aman untuk digunakan, karena itu kita sudah memastikan bahwa semua jenis vaksin yang ada aman dan halal dipakai oleh seluruh masyarakat indonesia dan vaksin Astrazeneca bisa digunakan, aman, halal dan dapat menciptakan kekebalan kelompok agar pandemi Covid-19 bisa segera diatasi,” ujar Menkes Budi.

Selain mengeluarkan fatwa halal dan maslahah bagi Vaksin Astrazeneca, PWNU Jatim hari ini juga mengadakan vaksinasi pertama kali kepada 4 Kyai Haji Muda (Masayikh) yakni; KH Muhammad Muslih, KH Djazuli Sholeh Qhosim, KH Ainun Mubarok, dan KH Lukman Hakim.

Ke empat Masayikh yang mendapat vaksinasi Astrazeneca ini pun merupakan para pemikir dan penentu keputusan dari kehalalan dan masalahah-an dari vaksin Astrazeneca. Selain itu, Marzuki Mustamar juga mengatakan Fatwah bawah vaksinasi adalah wajib bagi umat muslim terutama bagi umat NU.

“Vaksin ini aman, bagi para Kyai yang sepuh melakukan vaksin ternyata sehat sehat saja. Selain itu, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa menjadi bagian penting dari tujuan syariat itu diselenggarakan itu dari perspektif agama. Oleh karenanya kami mengambil keputusan bahwa bagi umat islam khususnya orang NU adalah melaksanakan dan menjalankan vaksinasi adalah wajib hukum. Astrazaneca berdasarkan keputusan LBM adalah suci dan halal dan ini diharapkan mampu memutus mata rantai Covid ini,” pungkasnya. [adg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar