Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Dies Natalis ke-21

FAI UNISLA Gelar Bazar Ramadan untuk Tingkatkan Kemandirian Umat

Bazar Ramadan, Pameran Produk/Bisnis Pesantren yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-21 FAI UNISLA.

Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka puncak Dies Natalis ke-21, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) menggelar kegiatan Bazar Ramadan pameran produk dan bisnis pesantren guna meningkatkan kemandirian umat yang sesuai dengan syariah.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menumbuhkan potensi mandiri, kreasi, dan inovasi yang religius, pada pemuda di era revolusi industri 4.0”, bertempat di Halaman Parkir Kampus UNISLA, Jalan Veteran Nomor 54, Lamongan.

Ketua Panitia Bazar Ramadan FAI, Zainuddin Al Anshori menyampaikan, bahwa kegiatan pameran produk bisnis santri ini merupakan hasil kerjasama antara FAI Unisla dengan OPOP (One Pesantren One Produk) Lamongan, yang juga menjadi program Gubernur sejak tahun 2019 untuk pengembangan ekonomi keumatan.

“Kami style atau desain bazar ini dengan menyuguhkan produk-produk dari pondok pesantren se-Lamongan seperti Pondok Sunan Drajat, Matholiul Anwar, Al-Aqsho, Bustanul Hikmah, dan lain-lain yang memang memajang produknya di bazar ini,” ujar Zainuddin kepada wartawan, Minggu (24/4/2022).

Bazar Ramadan, Pameran Produk/Bisnis Pesantren yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-21 FAI UNISLA.

Zainuddin berharap, kegiatan bazar Ramadan ini mampu menjadi penyemangat bagi para pelaku wirausaha yang ada di pesantren. “Kita ingin menunjukkan bahwa kalangan pesantren usahanya juga bisa berkembang pesat dan memiliki kesempatan yang sama dengan pelaku usaha lainnya,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FAI UNISLA, Victor Imaduddin Ahmad mengungkapkan, bahwa kegiatan ini sengaja digelar untuk meningkatkan potensi kemandirian umat, khususnya bagi wirausaha pesantren untuk terus berkreasi dan berinovasi di era revolusi industri 4.0.

“Selain itu, kegiatan ini juga untuk menyikapi tren kalangan anak muda saat ini yang kebanyakan lebih oportunis, yang mikirnya yang penting kaya saja tapi tidak beresensi, seperti halnya fenomena crazy rich dengan trading atau dengan judi yang mana hal tersebut di luar jalur fitroh,” ungkap Victor.

Tak hanya itu, Victor juga menyoroti mengenai fenomena bisnis yang digeluti oleh ibu-ibu saat ini yang lebih tertarik untuk berjualan dengan produk impor saja. Menurutnya, bisnis itu seolah-olah menjanjikan kemakmuran, tapi jika dikaji secara mendalam, ternyata bisnis itu tak syariah.

Bazar Ramadan, Pameran Produk/Bisnis Pesantren yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-21 FAI UNISLA.

“Pada saatnya nanti, jika produksi impor dari luar negeri putus, maka kita tidak lagi bisa punya kemampuan sustainability. Oleh sebab itulah, kemandirian menjadi penting. Sehingga OPOP yang digelar FAI ini untuk menyuarakan dan menyiarkan bagaimana kita bisa menjadi mandiri melalui pemberdayaan pesantren,” paparnya.

Masih kata Victor, melalui produk-produk yang sudah digagas oleh pesantren ini, nantinya bisa mewujudkan kemandirian umat yang sesuai dengan syariat Islam sekaligus berkah. “Nantinya bisa diamati, ditiru, dan dimodifikasi serta kita syariahkan bersama sertifikasi halal, apalagi di FAI ini ada dua dosen yang sudah siap mendampingi produk sertifikasi halal,” tandasnya.

Sebagai informasi, dalam acara bazar Ramadan ini terdapat 36 stand yang menjajakan masing-masing produk atau bisnis, baik produk dari pesantren, produk UKM mahasiswa UNISLA, maupun produk instansi lainnya.

Selain bazar Ramadan, dalam kegiatan ini juga dilakukan santunan bagi 21 Anak yatim dan PKL (pedagang kaki lima) dan dimeriahkan oleh penampilan dari Grup Gambus dan Tarian Suffi Lamongan.

Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Andromeda Qomariah, Perwakilan Polda Jatim, Rektor Unisla H. Bambang Eko Muljono, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, M. Zamroni, dan perwakilan Yayasan Sunan Giri Lamongan, serta seluruh civitas akademika UNISLA. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar