Pendidikan & Kesehatan

Fahri Hamzah Apresiasi Program Pekan Ngaji

Pamekasan (beritajatim.com) – Salah satu tokoh nasional, Fahri Hamzah sangat mengapresiasi program international event bertajuk Pekan Ngaji 5 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, yang digelar selama 10 hari terakhir. Terhitung sejak Rabu hingga Sabtu (8-18/1/2020) malam.

Kegiatan tahunan yang digelar pesantren yang terletak di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, merupakan kegiatan multi event bertaraf internasional dengan menghadirkan para tokoh dari berbagai kalangan maupun berbagai negara berbeda.

Bahkan mantan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, menilai jika progam Pekan Ngaji sangat dinamis dan dapat menjadi motivasi bagi kaum santri, alumni maupun masyarakat untuk mengaji berbagai bidang keilmuan.

“Kami melihat ijin progresi yang luar biasa, di mana para santri (pelaksana Pekan Ngaji 5) dapat menghadirkan kegiatan yang sama sekali tidak membosankan. Bahkan pesertanya setiap tahun semakin banyak,” kata Fahri Hamzah saat menghadiri Penutupan Pekan Ngaji 5 di Pamekasan, Sabtu (18/1/2020) malam.

Selain itu, mantan anggota DPR RI tersebut juga menilai jika pesantren memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia, sekaligus membantu pemerintah dalam memajukan bangsa dari sektor pendidikan. “Oleh karena itu, pemerintah harus melihat pesantren sebagai mitra utama dalam meningkatkan pendidikan Indonesia ke depan,” ungkapnya.

Memang kehadirannya ke pesantren yang terletak di Jl KH Abd Majid, Panaan, Palengaan, bukan yang pertama. Sebab pada kegiatan sebelumnya ia juga sempat hadir bersama para tokoh lain di pesantren yang mengusung motto ‘Kesopanan Lebih Tinggi Nilainya daripada Kecerdasan’. “Kami kesini seperti kembali ke rumah, sebab kami sudah merasa seperti keluarga besar Bata-Bata,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menegaskan jika ide dan gagasan Pekan Ngaji sangat spektakuler dan progresif. “Kiai Thohir (sapaan akrab Dewan A’wan Pesantren Bata-Bata, KH Moh Thohir Zain Abd Hamid) itu orang aneh dan gila, karena ide-idenya melampaui batas,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pelaksanaan Pekan Ngaji 5 dihadiri para tokoh nasional hingga internasional yang terdiri dari tokoh berbagai bidang. Mulai akademisi hingga praktisi yang bergantian mengisi program ngaji, di antaranya Sayyid Syarif Adnan Talidy El-Hasany (Maroko), Syeikh Dr Mahir Hasan Al-Munajjid dan Syaikh Dr Syady Mushthofa ‘Arbasy (Syiria), Syekh Dr Tageldin Ahmed Saeed Abbas (Sudan), Syekh Dr Mohamed Elhusseiny Farag (Mesir) serta Syekh Samih Al-Khuhaly (Yaman).

Selain itu juga hadir Dr Haji Hambali Bin Haji Jaili (Brunai Darussalam), Dr Mohd Shahid Bin Mohd Noh (Malaysia), Dr Tuan Haji Toifur (Singapura), serta Prof Hamdullah Marazzi (India), Datok Anwar Ibrahim, serta sejumlah tokoh lain dari negara berbeda.

Bahkan pada fase pamungkas program Pekan Ngaji, panitia pelaksana juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Fahri Hamzah, Gatot Normanyanto, Sandiaga Sholahuddin Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, serta sejumlah tokoh lainnya. [pin/kun]






Apa Reaksi Anda?

Komentar