Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Membludaknya Kasus Covid-19 di Kota Mojokerto

Empat Rumah Sakit Non Rujukan Disiapkan

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama jajaran Forkopimda melaksanakan monev di sejumlah rumah sakit non rujukan pasien Covid-19 di Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebagai upaya kesiapan pelayanan kesehatan penanganan pandemi Covid-19, Wali Kota Mojokerto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah rumah sakit non rujukan pasien Covid-19.

Monev dilaksanakan dengan pembagian dua kelompok. Yang pertama dipimpin langsung Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Kapolresta AKBP Deddy Supriadi, Dandim 0815 diwakili Pasiter Kodim Kapten Herman Hidayat, Kepala Satpol PP Hariana Dodik Murtono dan Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Citra Mayangsari.

Sedangkan kelompok kedua dipimpin Wakil Wali Kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria dengan didampingi Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Farida Mariana bersama perwakilan dari Polresta, Kodim dan Satpol PP. Sedikitnya empat rumah sakit non rujukan Covid-19 menjadi tujuan monev.

Empat rumah sakit non rujukan Covid-19 menjadi tujuan dalam pengawasan oleh Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Rumah sakit non rujukan tersebut telah memiliki komitmen penuh dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto dalam penanganan Covid-19 di Kota Mojokerto.

Empat rumah sakit tersebut yakni, RS Emma dan RS Kamar Medika, RS RSI Hasanah dan RS Reksa Waluya. Monev dilakukan menyusul membludaknya kasus Covid-19 secara nasional termasuk di Kota Mojokerto akhir bulan ini sehingga ketersediaan Tempat Tidur (TT) di ruang isolasi rumah sakit overload.

Wali Kota Ika Puspitasari mengatakan, sesuai Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ada dua rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Mojokerto. Yakni RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo dan rumah sakit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) milik Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara X (PTPN X), RS Gatoel.

“Untuk rumah sakit non rujukan Covid-19 di Kota Mojokerto ada empat. Kami dari Satgas Penanganan Covid-19 mengupayakan bagaimana enam rumah sakit di Kota Mojokerto yang khususnya empat rumah sakit non rujukan ini, sudah komitmen dengan Dinkes untuk menyediakan TT isolasi Covid-19,” ungkapnya, Rabu (23/12/2020).

Untuk itu, melalui monev tersebut diharapkan empat rumah sakit non rujukan dapat menambahkan tempat tidur bagi pasien Covid-19 dalam rangka membantu menangani lonjakan jumlah pasien dalam satu bulan terakhir. Tentunya, penambahan jumlah tempat tidur tersebut telah sesuai dengan standar dan protokol kesehatan yang sudah ditentukan dari Kementerian Kesehatan RI.

“Sidak kita ini memastikan tambahan jumlah TT tersebut memang sudah sesuai dengan standar Kemenkes dan sarana prasarana maupun SOP dalam menerima pasien Covid-19 yang akan diisolasi dalam empat rumah sakit non rujukan. Ada beberapa rumah sakit non rujukan yang kita kunjungi hari ini belum sepenuhnya sesuai dengan SOP Kemenkes,” katanya.

Namun, masih kata Ning Ita (panggilan akrab, red), keterbatasan tersebut diupayakan bagaimana tetap bisa menyediakan dan menampung ketika terjadi lonjakan jumlah pasien Covid-19. Ia mengakui, jika dua rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kota Mojokerto sudah over kapasitas dan sedang diupayakan adanya penambahan jumlah TT.

“Jadi penambahan jumlah TT untuk dimaksimalkan dengan ketersediaan lahan dan sarana prasarana yang ada di empat non rujukan ini. Dengan penambahan jumlah TT isolasi di rumah sakit non rujukan ini dapat membantu penanganan pandemi di Kota Mojokerto. Paling tidak masing-masing ada penambahan 10 TT dari sebelumnya (RS Non Rujukan),” tugasnya.

Selain penambahan tempat tidur, monev kali ini juga mengecek kelengkapan sarana dan prasarana Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan bagi rumah sakit. Mulai dari tersedianya tempat cuci tangan, tempat skrining bagi pengunjung, ruang perawatan khusus pasien Covid-19, IGD khusus Covid-19 dan masih banyak lainnya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar