Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Ekspresi Anak-anak saat Divaksin, Pejamkan Mata hingga Mendekap Guru

Salah satu murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) As-Syafi'iyah, Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, saat menjalani vaksinasi Covid-19, Kamis (16/12/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Beragam ekspresi muncul saat 198 murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) As-Syafi’iyah, Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, menjalani vaksinasi Covid-19, Kamis (16/12/2021). Ada yang memejamkan mata cukup lama saat disuntik vaksin, ada juga yang mendekap gurunya erat-erat.

Namun demikian, rata-rata murid di sekolah tersebut berani menjalani vaksinasi. Sehingga, vaksinasi tersebut berjalan tertib dan lancar. Tidak ada murid yang kabur dari sekolah, juga tidak ada murid yang menangis histeris. Penyuntikan vaksin jenis sinovac ini menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Adalah Novan Bara Hafidzudin (11), murid kelas VI As-Syafi’iyah, yang sempat takut ketika tiba gilirannya divaksin. Pasalnya, selama ini bocah berpeci hitam tersebut tidak pernah suntik. Namun keberanian itu akhirnya datang juga.

Novan yang berbalut seragam batik warna hijau membuka bajunya bagian atas. Dia kemudian meyodorkan lengan kiri. Petugas lalu menyuntikkan jarum ke lengan bocah tersebut. Novan tidak gerogi, juga tidak meringis. “Ternyata tidak sakit. Seperti digigit semut,” ujarnya polos.

Kepala MI As-Syafi’iyah, Desa Tejo, Syamsul Arif mengaku lega, karena murid-muridnya sudah selesai divaksin Covid-19. Sudah begitu, pelaksanaan vaksinasi juga tidak sampai mengganggu atau meliburkan pembelajaran. Teknisnya, pembelajaran offline secara terbatas dan prokes tetap berlangsung. Baru kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan vaksinasi anak untuk usia 6-11 tahun.

Alhamdulillah semuanya berlangsung lancar. Sebanyak 198 anak di sekolah ini menjalani vaksinasi. Sebenarnya masih ada beberapa murid yang berhalangan saat vaksin. Karena mereka sedang sakit. Ada juga yang disebabkan memiliki riwayat penyakit tertentu,” ujar Syamsul.

Syamsul mengungkapkan, beberapa hari sebelum pelaksanaan vaksinasi, pihaknya melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan wali murid. “Rata-rata wali murid antusias. Mereka memberikan izin vaksinasi terhadap anak mereka. Dari jumlah 218 murid, sebanyak 198 bersedia divaksin,” lanjutnya.

Dalam sosialiasi tersebut, pihak sekolah memberikan pengertian kepada wali murid bahwa vaksinasi tersebut untuk menciptakan kekebalan tubuh sehingga tidak tertular Covid-19. Juga memberikan imbauan agar mereka tidak bepergian ke luar daerah menjelang hari libur Natal dan Tahun Baru 2022. [kun/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar