Pendidikan & Kesehatan

Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac 65,3 persen, IDI Malang Raya Anggap Belum Ideal

Wagub Emil Dardak Divaksinasi Pertama di Gedung Negara Grahadi, Kamis (14/1/2020)

Malang(beritajatim.com) – Proses vaksinasi Covid-19 dilakukan secara simbolis pada tingkat pemerintah pusat yang diawali oleh Presiden RI Joko Widodo pada Rabu, (13/1/2021) lalu. Pada tingkat provinsi di Surabaya, Jawa Timur Wakil Gubernur Emil Dardak mengawali suntik vaksin Sinovac pada Kamis, (14/1/2021) kemarin.

Berdasarkan, hasil efikasi vaksin Covid-19 Sinovac oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI hasilnya 65,3 persen. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya menganggap angka itu tidak ideal. Karena idealnya 95 persen.

“Efikasi yang paling baik adalah sekitar 95 persen. Tetapi vaksin ini kan penggunaan darurat. Jadi sesuai kriteria World Health Organization (WHO) jika lebih dari 50 persen efikasinya, maka bisa dipakai untuk keadaan darurat,” ujar Ketua IDI Malang Raya, Djoko Heri, Jumat, (15/1/2021).

Djoko mengatakan, dengan efikasi 65,3 persen, seseorang yang sudah disuntik vaksin dua kali pun masih memiliki potensi terinfeksi. Untuk itu, sebaik-baiknya perlindungan diri setelah vaksinasi adalah tetap mempertahankan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Jadi walaupun sudah divaksinasi dua kali tetap ada kemungkinan terpapar Covid-19. Demikian juga orang yang sudah terpapar Covid-19 sebelumnya, tetap bisa terkena Covid-19 lagi jika kekebalan tubuh yang terbentuk rendah. Karena masih tetap ada kemungkinan bisa terkena Covid-19. Maka dari itu harus tetap taat melaksanakan protokol kesehatan,” kata Djoko.

Djoko mengatakan, untuk alasan kenapa seseorang yang pernah terpapar Covid-19 tidak masuk kriteria penerima vaksin. Lantaran, belum diketahui tingkat efikasi hingga keamanan vaksin ketika disuntikkan ke dalam tubuh penyintas Covid-19.

“Alasannya adalah belum ada penelitiannya. Sehingga sampai dengan saat ini belum berani memberikan vaksinasi kepada orang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19, karena belum tahu efikasi dan keamanannya,” tandasnya. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar