Pendidikan & Kesehatan

Dunia Pendidikan Harus Jadi Prioritas Pemerintah

Surabaya (beritajatim.com) – Masalah pendidikan seringkali menjadi problem utama di Indonesia. Akses terhadap pendidikan masih menjadi kendala bagi sebagian besar masyarakat.

Untuk memecahkan masalah itu, Sosiolog Dhimas Anugrah melakukan dialog di tengah masyarakat kawasan Ketandan, Kamis (24/1/2019).

“Tadi ada yang tanya, mengapa SMA/SMK masih belum gratis? Sebagai orang tua merasa berat membayar uang sekolah SMK/SMA yang masih harus bayar. Katanya anggaran pendidikan di APBN sudah 20 persen?” ujar Dhimas yang juga Caleg DPR RI asal PSI ini.

Menurut Dhimas, peran pemerintah sangat diperlukan dalam mengurai permasalahan ini. “Di sinilah peran Pemerintah dituntut untuk cakap dan profesional lagi dalam mengelola biaya pendidikan,” jelasnya.

“Anggaran 20 dalam APBN untuk pendidikan sebenarnya bisa untuk membuat biaya pendidikan (SD-SMA/SMK) kita gratis dan menaikkan gaji-gaji guru di tingkat yang lebih tinggi dari sekarang,” tambah Dhimas.

Faktor pendidikan ini, terang Dhimas kepada warga Ketandan, yang akan diperjuangkan olehnya di DPR RI. “Wakil Rakyat di Parlemen punya posisi yang kuat untuk meminta Pemerintah memperbaiki faktor pendidikan di negara kita,” tegasnya.

“Keluhan warga Ketanda adalah masalah klasik yang menjadi cermin bagi kita semua agar segera meningkatan kualitas pengelolaan pendidikan di negara ini. Mari kita berkaca pada Finlandia, Islandia, atau Denmark, yang berhasil mengelola pendidikan di negara mereka secara profesional, Sehingga negara-negara Skandinavia itu menghasilkan para lulusan dengan kualitas yang sangat baik,” pungkas Dhimas. (ifw/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar