Pendidikan & Kesehatan

Dunia Jurnalistik Penting Bagi Santri Sebagai Media Dakwah

Pamekasan (beritajatim.com) – Dunia jurnalistik dinilai sebagai salah satu sarana penting yang harus dikuasai oleh para santri, sekaligus dapat dijadikan sebagai media dakwah yang efektif dengan pengaruh yang sangat luar biasa bagi masyarakat secara umum.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Ma’hadiyah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Nurul Hidayat saat memberikan sambutan dalam kegiatan Diklat Jurnalistik yang digagas Lembaga Pengembangan Jurnalistik di lingkungan pesantren yang terletak di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Sabtu (26/9/2020).

“Dunia jurnalistik merupakan salah satu peluang dan kesempatan untuk diisi kaum santri, sebab selain sebagai sarana informasi juga dapat menjadi dunia dakwah yang efektif dengan pengaruh luar biasa dan sangat besar sekali,” kata Nurul Hidayat.

Dari itu pihaknya berharap melakui kegiatan semisal Diklat Jurnalistik yang digagas lembaga pesantren, nantinya dapat memotivasi para santri untuk meningkatkan semangat dan pengetahuan seputar dunia jurnalistik. “Melalui kegiatan ini kami berharap para santri nantinya bisa hadir untuk mengambil peluang dan peran,” harapnya.

“Sebab dengan begitu, selain bekerja menggali beragam informasi nantinya juga dapat menjadi sarana dan media dakwah. Serta tidak hanya fokus pada keuntungan semata, melainkan juga memberikan informasi edukatif bagi masyarakat secara umum,” imbuhnya.

Santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, saat mengikuti Diklat Jurnalistik yang digagas Lembaga Pengembangan Jurnalistik Pesantren di Aula Al-Majidiyah. lo

Sebelumnya Ketua Lembaga Pengembangan Jurnalistik Pesantren Bata-Bata, Ma’ruf juga menilai kegiatan tersebut diharapkan dapat memotivasi para santri untuk mengkomparasikan pengetahuan agama dan literasi. “Kami harap kegiatan ini dapat membangkitkan ghiroh para santri untuk menulis, sekaligus dapat meningkatkan semangat literasi di lingkungan pesantren,” ungkapnya.

” Terlebih selama ini kami sangat meyakini jika para santri memilik skill dan kemampuan untuk meningkatkan budaya literasi, apalagi selama ini para santri memang selalu digodok dengan beragam jenis literasi sekalipun dalam bentuk berbeda,” tegasnya.

Seperti diketahui, Diklat Jurnalistik yang digagas Lembaga Pengembangan Jurnalistik di Aula Perpustakaan Al-Majidiyah, Kompleks pesantren dalam sepekan terakhir, terhitung sejak Kamis hingga Sabtu (17-26/9/2020) kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, para santri mendapat beragam bekal tentang materi dasar literasi maupun karya jurnalistik. Di antaranya meliputi materi cerpen, essay, feature, opini hingga teknik penulisan berita, mulai dari media cetak, elektronik dan online.

Bahkan panitia pelaksana juga menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang masing-masing, sebagian besar di antara mereka merupakan alumni pesantren Bata-Bata. Mulai dari cerpenis, wartawan media cetak maupun media online dan lainnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar