Pendidikan & Kesehatan

Dukung Kinerja Pemprov, ITS Manfaakan Big Data

Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Pemanfaatan Big Data untuk Pengembangan Pelayanan Informasi Super Koridor (Permaisuri) di Gedung Rektorat ITS, Jumat (22/3/2019).

Dekan FTIK ITS Dr H Agus Zainal Arifin S Kom M Kom mengatakan, pelaksanaan FGD ini dilatarbelakangi oleh keadaan data saat ini yang berkembang dengan kecepatan luar biasa dan variasinya sangat beragam. FGD yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak M Sc PhD ini juga dihadiri oleh para ahli dan praktisi yang telah berpengalaman dengan data dan teknologi informasi.

Agus melanjutkan, data ini sangat diperlukan untuk menyusun strategi yang baik dalam mengolah informasi guna mencapai kesuksesan dalam pemerintahan Provinsi Jawa Timur. “Karena kurang lebih 20 persen aktivitas industri, perdagangan dan ekonomi Indonesia berada di Jawa Timur,” ujarnya.

Sehingga, kata Agus, pengolahan data ini membutuhkan kompleksitas yang sangat tinggi. Seiring berkembangnya gadget, pemanfaatan Internet of Thing dapat digunakan untuk melakukan akuisisi data dan sensor yang bisa menangkap data sepanjang waktu. Kemudian penggunaan Articifial Intellegence (AI) yang juga sebagai alat bantu untuk pengambilan keputusan.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaan diskusinya Wagub Emil mengatakan, objektivitas dari Permaisuri ini sebenarnya relatif proses yang interaktif atau berulang. “Sejauh mana kita ingin memanfaatkan hal tersebut, itu kembali kepada sejauh mana kita mampu,” ungkapnya.

Menurut Emil, diskusi ini bertujuan untuk mencapai perbaikan dari pelayanan publik dan perbaikan kebijakan dari pembuat kebijakan yang berbasis data. Emil mengatakan perkembangan teknologi informasi memungkinkan kita mengelola data dengan lebih baik lagi untuk penyelenggaraan pemerintahan provinsi.

“Namun kenyataannya pemerintah belum memanfaatkan perkembangan teknologi ini dengan maksimal,” sambungnya.

Perkembangan teknologi komputer memungkinkan computing power yang lebih tinggi, sehingga memungkinkan konektivitas yang lebih baik dan penyimpanan data yang lebih efisien. Sehingga data ini menjadi lebih memungkinkan untuk ditumpuk dengan berbagai macam cara. Jadi bukan hanya proses memperoleh data, tetapi proses mengirim dan menyimpan data menjadi jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dr Agnes Tuti Rumiati menyampaikan, sesungguhnya berbagai data telah tersedia dari pusat selain dari Badan Pusat Statitistik (BPS).

Sebagai contoh, Kemendikbud telah mengembangkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang telah mampu memotret kualitas pendidikan sesuai dengan 8 SNP yang dilakukan dengan mengintegrasikan data guru, prestasi akademik siswa PTK dan pengelolaan sekolah serta proses pembelajaran.

Menurut perempuan yang kerap disapa Tuti ini, Dapodik di Jawa Timur diisi oleh sekolah yang jumlahnya sekitar 27.000 di Jawa Timur. “Pemerintah pusat dan daerah dapat menggunakan potret pendidikan untuk melihat perkembangan kualitas sekolah dan untuk kepentingan perencanaan pendidikan,” jelas dosen Statistika ITS yang juga menjabat Sekretaris Institut di ITS.

Dengan penggunaan big data, maka dapat mengizinkan adanya proses pengumpulan data. Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu akuisisi data dengan menggunakan Internet of Thing dan sensor seperti di e-KTP dan NFC (Near Field Communication).

Kemudian dilakukan manajemen data, seperti data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika(Kemenkominfo) yang di kota dan kabupaten lalu dikomunikasikan dengan data di daerah dan di provinsi.
“Dengan harapan bisa untuk memperbaiki pemanfaatan teknologi informasi di Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” pungkas Emil. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar