Pendidikan & Kesehatan

Duh.. Masih Ada Gedung SDN di Bojonegoro yang Rusak

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumberharjo 1 Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, rusak berat. Kondisi atapnya banyak yang bolong. Lantai keramik mulai terkelupas, hingga tembok yang sudah kusam dan retak-retak.

Kerusakan gedung sekolah yang ada di di Dusun Pohkuwung, Desa Sumberharjo tersebut membahayakan bagi siswa dan guru yang melakukan proses belajar mengajar. Apalagi saat musim hujan, tidak jarang para siswa harus ngepel lantai terlebih dahulu sebelum proses belajar mengajar.

Kondisi tersebut terjadi karena atap beberapa ruangan bolong akibat gentengnya jatuh. Sedikitnya ada empat ruangan yang saat ini mengalami rusak parah. Empat ruangan itu kelas 4, 5, 6 dan ruangan kantor.

Menurut Anis salah seorang guru di SDN 1 Sumberharjo, ruangan itu berada dalam satu lokal dan terakhir dibangun pemerintah pada 2008 silam. Sedangkan satu lokal lagi untuk ruangan kelas 1, 2 dan 3 masih layak, namun juga sudah mulai rusak.

“Yang untuk kelas 1, 2 dan 3 plafonnya mulai rusak. Ruangan ini terakhir direnovasi 2012, tetapi sekarang masih layak digunakan,” kata Anis.

Rusaknya beberapa ruangan itu sangat mengkhawatirkan, terutama di ruangan kelas empat. Sebab atapnya berlubang, dan gentengnya sering berjatuhan saat ada angin kencang maupun hujan. Ruas-ruas atap yang mulai rapuh itu sehingga saat terjadi angin dan hujan rawan terjadi genteng jatuh.

“Pernah ada satu siswa yang kejatuhan genteng kepalanya, tetapi beruntung tidak apa-apa. Ibunya marah-marah minta sekolahan ini segera diperbaiki,” ceritanya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro, Hanafi mengatakan, proses pembangunan gedung sekolah yang rusak parah tersebut menjadi kewenangan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP) Kabupaten Bojonegoro.

“Ada sekitar 400 gedung sekolah yang kondisinya rusak berat. Data tersebut sudah kami serahkan kepada yang berwenang (DPKP dan Cipta Karya),” ujarnya.

Menurut Hanafi, proses pembangunan gedung sekolah yang rusak berat itu sesuai dengan data yang diberikan. Namun, dia mengaku tidak tahu menahu, apakah gedung SDN 1 Sumberharjo tersebut akan dibangun pada 2019 ini. “Karena itu bukan kewenangan kami,” pungkasnya. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar